Tahukah Anda

Enam Bahaya Merokok pada Saraf dan Otak Remaja

Meski seringkali dianggap sepele, merokok baik konvensional (kretek) maupun elektrik (vape) bisa berdampak buruk bagi kesehatan saraf dan otak, ...

Editor: Muliadi Gani
Istimewa
ilustrasi - Enam Bahaya Merokok pada Saraf dan Otak Remaja 

PROHABA.CO - Meski seringkali dianggap sepele, merokok baik konvensional (kretek) maupun elektrik (vape) bisa berdampak buruk bagi kesehatan saraf dan otak, terutama pada perokok usia anak-anak.

Dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), dr Adisresti Dwiyacitta SpN menjelaskan bahwa hal ini karena nikotin yang terkandung pada rokok menyerupai beberapa neurotransmitter atau zat yang mengirimkan sinyal ke otak.

Kemiripan nikotin dengan neurotransmitter yang bernama asetilkolin membuat sinyal yang dikirimkan ke otak meningkat.

Untuk mengimbangi peningkatan sinyal ini, otak lantas akan cara menurunkan reseptor asetilkolin.

Alhasil, otak pun menjadi bertoleransi terhadap nikotin sehingga membutuhkan nikotin terus menerus dalam jumlah yang lebih banyak.

Keinginan untuk menggunakan atau memakai nikotin secara terus menerus ini bisa berbahaya karena otak anak-anak terus berkembang hingga usia sekitar 25 tahun.

“Nikotin dapat mengganggu perkembangan otak remaja,” kata Adisresti kepada Kompas.com, Selasa (26/7/2022).

Baca juga: Mengapa Ada Perokok Seumur Hidup yang Tak Kena Kanker Paru-Paru?

Berikut adalah enam efek bahaya rokok terhadap otak remaja:

1. Rokok mengganggu pembentukan sinaps

Ketika seseorang membentuk suatu memori baru atau mempelajari skill (keahlian) baru, terbentuk koneksi kuat (sinaps) antara sel-sel otak.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved