Luar Negeri

Rudal Cina Jatuh Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

Jepang menanggapi serius penembakan rudal balistik Cina dalam latihan militer di sekitar Taiwan, dengan menyebutnya berdampak pada keamanan nasional

Editor: Muliadi Gani
AP/HUIZHONG WU
Kapal fregat kelas Cheng Kung menembakkan rudal anti-udara dalam bagian latihan tahunan Han Kuang di lepas pantai timur pulau itu dekat kota Yilan, Taiwan, 26 Juli 2022. Rudal China jatuh ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang saat latihan militer pada Kamis (4/8/2022). 

PROHABA.CO, TOKYO - Jepang menanggapi serius penembakan rudal balistik Cina dalam latihan militer di sekitar Taiwan, dengan menyebutnya berdampak pada keamanan nasional dan keselamatan warga negaranya.

Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Jumat (5/8), seraya mengecam penembakan rudal Cina.

Sebanyak lima rudal Cina tampak jatuh di zona ekonomi eksklusif Jepang, kata Tokyo, yang empat di antaranya diyakini terbang di atas pulau utama Taiwan.

“Tindakan China kali ini berdampak serius pada perdamaian dan stabilitas kawasan kami dan komunitas internasional,” kata Perdana Menteri Fumio Kishida kepada wartawan setelah bertemu Ketua DPR AS Nancy Pelosi untuk sarapan pagi.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa kami telah meminta pembatalan latihan militer segera,” tambahnya dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Muda-Mudi Taiwan Persiapkan Diri Berperang Melawan Cina

Pelosi berada di Tokyo untuk bagian terakhir tur Asia yang mencakup pemberhentian di Taiwan.

Cina marah atas kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, kemudian menggelar latihan militer terbesarnya di sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai tanggapan.

Nancy Pelosi (82) mengabaikan ancaman keras Cina soal lawatannya ke Taipei, dan menjadi pejabat tertinggi AS yang mengunjungi Taiwan selama bertahun-tahun terakhir.

Ia mengatakan dengan jelas bahwa perjalanannya menunjukkan Amerika Serikat tidak akan meninggalkan sekutu demokratisnya.

Cina memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan berjanji untuk merebut kembali pulau itu suatu hari nanti, dengan paksa jika perlu.

Baca juga: Dua Mortir Diledakkan, Diduga Sisa Peninggalan Belanda atau Jepang

Baca juga: Cina Siapkan Operasi Militer ke Taiwan, Respons Kunjungan Ketua DPR AS

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved