Tahukah Anda

Merokok Bisa Tingkatkan Prevalensi Stunting di Indonesia

Berbagai studi sudah menemukan bukti bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, termasuk dalam meningkatkan stunting di Indonesia ...

Editor: Muliadi Gani
Shutterstock
Ilustrasi merokok. Ternyata ayah atau ibu yang merokok mempertinggi prevalensi kasus stunting pada anak-anaknya. 

PROHABA.CO - Berbagai studi sudah menemukan bukti bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, termasuk dalam meningkatkan stunting di Indonesia.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangangizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru terlihat setelah bayi berusia dua tahun.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr Ede Surya Darmawan MDM mengatakan, rokok menjadi sumber masalah kesehatan bagi banyak orang.

Rokok tidak hanya berdampak pada orang yang merokok atau disebut sebagai perokok aktif, tetapi juga berdampak terhadap perokok pasif, yakni orang-orang yang tidak merokok, tetapi menghirup asap pembakaran rokok tersebut.

Baca juga: Enam Bahaya Merokok pada Saraf dan Otak Remaja

Ada banyak sekali bahaya dari paparan rokok terhadap orang lain.

Salah satu bahaya yang bisa ditimbulkan dari paparan asap rokok adalah stunting.

“Ada bapak yang merokok di samping ibu yang sedang hamil, saat menyusi, dan lain-lain.

Itu kan potensi anak dalam kandungan menjadi stunting,” kata Ede dalam audiensi ‘Pengaruh Rokok terhadap Stunting’ bersama TCSC dan BKKBN, Rabu (3/8/2022).

“Kalau kita berjuang untuk pendidikan anak sejak dini, nah perokok itu mendidik anaknya merokok sedini mungkin,” lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved