Breaking News:

Tahukah Anda

Berlian Heksagonal Misterius Ditemukan, Berasal dari Planet Lain

Tim peneliti menemukan berlian misterius heksagonal (bersegi enam). Berlian itu disebut misterius karena tidak terbentuk secara alami di Bumi, ...

Editor: Muliadi Gani
Alan Salek/RMIT
Mikroskop elektron telah mengungkapkan berlian heksagonal (daerah gelap di dekat tengah gambar) di meteorit yang ditemukan di Afrika 

PROHABA.CO - Tim peneliti menemukan berlian misterius heksagonal (bersegi enam).

Berlian itu disebut misterius karena tidak terbentuk secara alami di Bumi, melainkan ditemukan di empat meteorit di barat laut Afrika.

"Temuan ini sangat menakjubkan karena ada beberapa orang di lapangan yang meragukan apakah materi ini benar-benar ada," kata Alan Salek dari RMIT University, Melbourne, Australia yang merupakan bagian tim penemu berlian.

Dikutip dari New Scientist, Selasa (13/9/2022) berlian heksagonal sebenarnya seperti berlian biasa yang terbuat dari karbon.

Akan tetapi, atomnya tersusun dalam struktur heksagonal, bukan kubik.

Berlian heksagonal atau yang dikenal sebagai lonsdaleite pertama kali dilaporkan ditemukan dalam meteorit di Amerika Serikat dan India pada 1960-an.

Namun, kristal yangditemukan pada saat itu sangat kecil, hanya berukurannanometer.

Baca juga: Berlian Pink 170 Karat Terbesar di Dunia Ditemukan di Angola

Sehingga, sulit untuk memastikan apakah itu benar-benar berlian heksagonal.

Untuk menemukan kristal yang lebih besar yang menunjukkan bahwa itu merupakan berlian heksagonal, peneliti kemudian menggunakan mikroskop elektron yang kuat untuk mengintip 18 sampel meteorit.

Satu dari Australia dan sisanya dari Afrika barat laut.

Hasilnya peneliti ditemukan berlian heksagonal di empat meterorit Afrika.

Beberapa kristal berukuran hingga satu mikrometer atau sekitar 1.000 kali lebih besar dari penemuan sebelumnya.

Ini memungkinkan tim untuk mengonfirmasi struktur heksagonal yang tak biasa.

"Ini adalah penemuan (berlian heksagonal) penting karena sekarang kita memiliki kristal yang lebih besar, kita bisa mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana mereka terbentuk dan mungkin meniru proses itu di lab," kata Salek.

Baca juga: Pemerintah Bentuk Tim Khusus Setelah Miliaran Data Dibobol Hacker Bjorka

Baca juga: Enigma, Berlian 555 Karat Terbesar di Dunia, Laku Rp 61,4 Miliar

Berdasarkan komposisi kimia meteorit yang membawa berlian ini ke Bumi, berlian heksagonal misterius ini tampaknya telah terbentuk di dalam planet kerdil.

Analisis tim menunjukkan kristal diciptakan oleh reaksi antara grafit dan cairan supercritical hidrogen, metana, oksigen, dan bahan kimia belerang yang mungkin terbentuk ketika sebuah asteroid menabrak planet kerdil dan pecah yang akhirnya jatuh ke Bumi.

"Ketika planet kerdil pecah, itu melepaskan tekanan dan penurunan tekanan yang dikombinasikan dengan suhu tinggi, menyebabkan pelepasan cairan supercritical tersebut," papar Andy Tomkins, dari Monash University, Melbourne yang memimpin penelitian ini.

Proses itu mirip dengan proses di mana berlian biasa dibuat di laboratorium dengan memanaskan grafi t dengan gas seperti hidrogen dan metana.

Temuan ini pun akhirnya menunjukkan pula bahwa beberapa penyesuaian di laboratorium dapat menghasilkan berlian heksagonal.

Studi temuan berlian heksagonal misterius ini telah dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

(Kompas.com)

Baca juga: Lonjakan Dolar AS Dorong Penyusutan Utang Dunia, Pertama Kalinya Sejak 2018

Baca juga: Sopir Taksi Online Dibacok dengan Celurit oleh Remaja di Bawah Umur, Ini Pengakuan Pelaku ke Polisi

Baca juga: Sabu-sabu Masuk Aceh Lewat Selat Malaka, 12 Kg Disita Dari Dua Warga Aceh Utara

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved