Teror Anjing Hutan
Teror Anjing Hutan Mangsa Puluhan Sapi di Kecamatan Sukamakmur dan Kuta Malaka Aceh Besar
Warga di Kecamatan Sukamakmur dan Kuta Malaka, Aceh Besar, dalam beberapa pekan terakhir, mendapat teror anjing hutan (ajag) yang memangsa puluhan hew
Warga di Kecamatan Sukamakmur dan Kuta Malaka, Aceh Besar, dalam beberapa pekan terakhir, mendapat teror anjing hutan (ajag) yang memangsa puluhan hewan ternak sapi di dua kecamatan itu
Laporan Indra Wijaya |Aceh Besar
PROHABA.CO,JANTHO – Warga di Kecamatan Sukamakmur dan Kuta Malaka, Aceh Besar, dalam beberapa pekan terakhir, mendapat teror anjing hutan (ajag) yang memangsa puluhan hewan ternak sapi di dua kecamatan itu.
Menyikapi kondisi itu Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto menerjunkan tim untuk menangani gangguan anjing hutan (ajag) yang selama beberapa pekan terakhir kerap memangsa puluhan ternak sapi di Kecamatan Sukamakmur dan Kuta Malaka, Senin (17/10/2022).
Tim tersebut dipimpin Kadis Pertanian Aceh Besar Jakfar SP dan unsur Muspika, juga hadir Kadis Peternakan Provinsi Aceh Zalsufran ST MSi, dan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh yang dipimpin Rahmat.
Tim penanganan gangguan anjing hutan itu sempat berdialog dengan sejumlah peternak di dua kecamatan, masing-masing Sukamakmur dan Kuta Malaka.
Ketika berada di Gampong Luthu, Kecamatan Sukamakmur, mereka mendengarkan keluh kesah warga yang sapinya menjadi korban mangsa sekelompok ajag beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, beberapa warga yang lembunya menjadi korban berharap kepada pihak BKSDA maupun Tim Kabupaten dan Provinsi agar segera mencarikan solusi sehingga ancaman ajag dapat segera diatasi.
Baca juga: Kobra Teror Warga Lhoong
Baca juga: Kecanduan Gula dan ‘Junk Food’, Ribuan Monyet Teror Kota di Thailand
Baca juga: Ular Piton Sepanjang 4,5 Meter Teror Warga Punge Blang Cut
“Lembu milik saya yang mati akibat dimangsa ajag mencapai 10 ekor, sebagian ditemukan sudah menjadi bangkai,” ungkap salah seorang peternak Ridwan.
"Awalnya anak sapi, kini induknya pun dimakan, " lanjutnya.
Nasib serupa juga dialami peternak lainnya di Kecamatan Sukamakmur, seperti Zubir, Maimun, dan Syahroni. Karena mengingat ancaman ajag semakin ganas, para peternak tersebut akhirnya tidak lagi melepas lembunya di gunung, melainkan dikandangkan di areal kebun yang dekat dengan pemukiman penduduk.
“Lembu milik warga yang telah dimangsa sangat banyak, mulai induk sapi hingga anak sapi,” jelas Ridwan.
Hal yang sama juga diungkapkan para peternak di Gampong Lam Ara Tunong, Kecamatan Kuta Malaka. Munawar, Keuchik Lam Ara Tunong mengharapkan kepada pihak BKSDA Aceh dan tim gabungan agar bertindak cepat untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat gangguan ajag tersebut.
“Karena lembu yang sudah dikandangkan, juga tak luput dari terkaman ajag,” tutup Munawar.
Menanggapi keluhan masyarakat itu, Kadistan Aceh Besar Jakfar SP mengatakan, pihaknya segera merespons keluhan para peternak tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Warga-sejumlah-gampong-di-Kecamatan-Lhoong.jpg)