Luar Negeri

Bos Perusahaan di India Kencingi Penumpang di Dalam Pesawat

Mantan bos perusahaan perbankan raksasa Wells Fargo ditangkap setelah mengencingi sesama penumpang dalam penerbangan Air India, kata juru bicara ...

Editor: Muliadi Gani
Istimewa
Pesawat Air India 

PROHABA.CO, NEW DELHI - Mantan bos perusahaan perbankan raksasa Wells Fargo ditangkap setelah mengencingi sesama penumpang dalam penerbangan Air India, kata juru bicara polisi pada Sabtu (7/1/2023).

Pria bernama Shankar Mishra tersebut adalah mantan presiden Wells Fargo 'perusahaan Amerika Serikat' untuk operasional di India.

Ia melarikan diri dari pihak berwenang setelah seorang perempuan tua melaporkannya tentang insiden pada November 2022 kepada manajemen maskapai.

Laporan media-media yang dikutip kantor berita AFP mengatakan, Mishra mematikan ponselnya, tetapi masih berhubungan dengan teman-temannya melalui media sosial.

Baca juga: Pilot Mabuk Daratkan Pesawat di Jalan Raya, Langsung Dicokok Polisi

Dia juga melakukan transaksi kartu kredit di kota teknologi India, Bangalore, yang membuat lokasinya terungkap.

Mishra lalu dibawa ke ibu kota New Delhi, tempat polisi sedang menyelidiki tuduhan tersebut, kata laporan itu.

Juru bicara polisi di Delhi mengonfirmasi penangkapan Mishra kepada AFP tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Wells Fargo pada Jumat (6/1/2023) mengatakan, Mishra dipecat setelah tuduhan mengencingi penumpang terungkap.

Mishra dilaporkan mabuk selama penerbangan dari New York ke New Delhi pada 26 November 2022.

Dia diduga membuka ritsleting celananya dan mengencingi seorang perempuan berusia 72 tahun yang duduk di kelas bisnis.

Baca juga: Pemilik Warung Kopi Mon Singet Panik, Tabung Gas Keluarkan Percikan Api

Baca juga: Warga Dilarikan ke RS karena Terhirup Amoniak

Pihak maskapai mengaku gagal menangani insiden tersebut dengan benar dan sedang meninjau kebijakannya tentang menyajikan minuman beralkohol selama penerbangan.

"Air India mengakui dapat menangani masalah ini dengan lebih baik, baik di udara maupun di darat dan berkomitmen untuk mengambil tindakan," kata kepala eksekutif Campbell Wilson pada Sabtu (7/1/2023).

Maskapai tersebut, yang baru-baru ini dibeli oleh konglomerat Tata Group setelah beberapa dekade berada di bawah kendali negara, dikritik keras atas penanganan keluhan perempuan tua itu.

Regulator penerbangan India pekan ini menegur manajemennya karena tidak langsung melaporkan insiden itu.

(Kompas.com)

Baca juga: Saat Menjadi Pilot Militer Inggris, Pangeran Harry Akui Bunuh 25 Orang

Baca juga: Pilot Diduga Sengaja Jatuhkan Pesawat, Prediksi di Balik Hilangnya MH370

Baca juga: Dua Pilot Berkelahi di Kokpit Saat Terbang, Awak Kabin Turun Tangan Melerai

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved