Tahukah Anda
Batu Kecil Bisakah Bertambah Besar?
Batu bisa ditemui hampir di mana saja dengan beragam ukuran. Akan tetapi, apakah batu-batu yang sering kita lihat itu dapat bertambah besar?
Penulis: Redaksi | Editor: Muliadi Gani
PROHABA.CO - Batu bisa ditemui hampir di mana saja dengan beragam ukuran.
Akan tetapi, apakah batu-batu yang sering kita lihat itu dapat bertambah besar?
Untuk mengetahui jawabannya, pertama-tama mari kita bahas terlebih dahulu apa itu batu.
Dikutip dari Live Science, Kamis (20/4/2023) batu adalah kumpulan mineral.
Sementara mineral sendiri adalah kristaltunggal yang terdisi atas unsur-unsur seperti silikon, oksigen, dan karbon.
Mineral menjadi batu ketika ada berbagai jenis mineral yang sama atau berbagai macam bergabung menjadi satu.
Lalu, apakah batu bisa tumbuh dan bagaimana caranya?
Jawaban cepatnya adalah batu bisa tumbuh bertambah besar.
Seperti halnya anak-anak yang tumbuh lebih tinggi, berat, dan kuat setiap tahun, batu juga mengalami hal yang sama.
Baca juga: Mengapa Pentingnya Minum Air Putih Sebelum Sikat Gigi di Pagi Hari?
Baca juga: Rachel Vennya Mengaku Tak Rendah Diri karena Menjanda
Baca juga: Mengapa Orang Bisa Candu Main Judi?
Batu juga tumbuh lebih besar, berat, dan lebih kuat hanya saja membutuhkan waktu ribuan atau bahkan jutaan tahun untuk berubah.
Contohnya saja batuan yang tumbuh lebih tinggi dan besar di gua dan mata air panas.
Di dalam gua, bebatuan tumbuh karena air yang mengalir di sepanjang dinding atau menetes dari langit-langit meninggalkan mineral di sepanjang dinding atau lantai gua.
Batuan gua, menurut Cory BlackEagle, ahli geologi dari Universitas Kentucky di Lexington biasanya tersusun atas mineral seperti kalsit, aragonit, opal, kalsedon, dan lain-lain.
Batuan yang terbentuk dari tetesan air ini disebut stalaktit saat tumbuh di langit-langit dan stalagmit saat tumbuh dari lantai gua.
Sebuah batu yang disebut travertine tumbuh di mata air tempat air mengalir dari bawah tanah ke permukaan.
(Kompas.com)
Baca juga: Mengapa Burung Tidak Jatuh dari Dahan Pohon Saat Tidur?
Baca juga: Mengapa Sidik Jari Manusia Punya Pola Lingkaran Unik?
Baca juga: Mengapa Rasa Cemas Bisa Lebih Buruk pada Malam Hari?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-batu-Batu-Kecil-Bisakah-Bertambah-Besar.jpg)