Luar Negeri
Suhu Panas di Beberapa Negara Eropa, Catat Rekor Tertinggi
Temperatur yang sangat panas menyelimuti beberapa negara Eropa sekarang ini. Gelombang panas awal yang parah yang sejak itu menimbulkan kekhawatiran
PROHABA.CO, MADRID - Temperatur yang sangat panas menyelimuti beberapa negara Eropa sekarang ini.
Gelombang panas awal yang parah yang sejak itu menimbulkan kekhawatiran akan potensi kebakaran.
Suhu panas di beberapa negara Eropa mencapai rekor tertinggi pada April.
Misalnya, di Spanyol daratan dan Portugal.
Kedua negara tetangga Iberia itu diterjang gelombang panas awal musim yang memperburuk kekeringan panjang yang telah terjadi di beberapa daerah.
Badan ramalan cuaca Spanyol, AEMET pada Jumat (28/4/2023), mengumumkan bandara di Kota Cordoba, Spanyol selatan, mencatat suhu 38,8 derajat Celcius pada Kamis (27/4/2023).
Ini mengalahkan rekor suhu tertinggi sebelumnya yang mencapai 38,6 derajat Celcius di kota Elche pada 2011.
Rekor absolut Spanyol pada April tetap mencapai 40,2 derajat C pada 2013 di Gran Canaria di Kepulauan Canary.
Baca juga: Mengapa Fenomena Udara Panas Melanda Indonesia?
Baca juga: Gelombang Panas di Spanyol, Lebih 500 Orang Tewas
Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Beraksi 9 Kali
Sementara itu, di negara tetangga Portugal, suhu di pusat Kota Mora dilaporkan telah mencapai 36,9 derajat Celcius atau memecahkan rekor 36 derajat Celcius pada April 1945.
Suhu mulai turun pada hari Jumat di Portugal, tetapi gelombang panas tetap terjadi di beberapa bagian Spanyol.
Pada hari Jumat itu, Ibu Kota Madrid pun diketahui telah membuka "pantai urban", yaitu serangkaian air mancur di sepanjang Sungai Manzanares, sebulan lebih awal dari biasanya.
"Bayangkan saja bagaimana musim panas nanti, jika kita mengalami suhu sepanas ini di musim semi," kata seorang warga, Patricia Solozaga sambil mengawasi putrinya, Sofia, yang dengan riang bermain di air mancur, dikutip dari Reuters.
AEMET memperkirakan cuaca lebih dingin terjadi mulai Sabtu (29/4/2023).
Semenanjung Iberia menderita kekeringan berkepanjangan, dengan penurunan curah hujan sebesar hampir 25 persen sejak Oktober di atas tahun sebelumnya menjadi salah satu rekor terkering di Spanyol.
Kekeringan itu berkontribusi pada insiden kebakaran hutan yang terjadi lebih awal dari biasanya, memicu kekhawatiran akan terulangnya gelombang kebakaran ekstrem musim panas lalu, yang secara luas dikaitkan dengan perubahan iklim.
(kompas. com)
Baca juga: Gelombang Panas Terjang Cina, Genteng Meleleh dan Jalan Retak
Baca juga: India Disengat Gelombang Panas Ekstrem 49 Derajat C
Baca juga: Perubahan Iklim Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan Kulit, Ini yang Harus Dilakukan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/suhu-panas-cuaca-panas-matahari.jpg)