Senin, 13 April 2026

Tahukah Anda

Ilmuan Cina Temukan Cara Menambah Umur hingga 82 Persen

Sebuah tim ilmuwan di University of California, San Diego (UCSD), Amerika Serikat, telah menemukan cara untuk berpotensi memperlambat proses penuaan

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI lansia tetap aktif. Mobilitas atau pergerakan orang lanjut usia (lansia) dapat memengaruhi angka harapan hidup dan kualitas hidupnya. 

PROHABA.CO, LOS ANGELES - Sebuah tim ilmuwan di University of California, San Diego (UCSD), Amerika Serikat, telah menemukan cara untuk berpotensi memperlambat proses penuaan hingga 82 persen.

Metode perintis, yang ditemukan bekerja dalam sel ragi, ini membutuhkan pengabelan ulang secara genetik sebuah sirkuit untuk memungkinkan sel terus berosilasi di antara dua proses yang memburuk alih-alih menyerah pada keduanya.

Hasilnya adalah umur selular meningkat melaluipenundaan komitmen untuk penuaan.

Dilansir dari Nextshark, profesor biologi molekuler Nan Hao, keturunan Cina yang merupakan penulis senior studi tersebut, menggambarkan sirkuit yang bertanggung jawab atas penuaan sebagai “toggle switch” yang memicu perkembangan sel menuju kematian.

“Ini adalah pertama kalinya prinsip-prinsip biologi sintetik dan teknik yang dipandu secara komputasi digunakan untuk mendesain ulang sirkuit gen secara rasional dan memprogram ulang proses penuaan untuk secara efektif meningkatkan umur panjang,” kata Hao dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Ambisi Ilmuan Ingin Hewan-Hewan Punah yang Coba Dihidupkan Lagi dengan Teknologi

Tim telah berfokus pada pengembangan osilator semacam itu selama bertahun-tahun.

Konsep tersebut menjadi ide yang dapat dieksekusi pada tahun 2020 setelah mereka memetakan dua proses kerusakan pada sel ragi yang terjadi di nukleus, yang menampung DNA, dan mitokondria, yang berfungsi sebagai pembangkit tenaga sel.

Hao yakin, proses tersebut pada akhirnya dapat direplikasi untuk diterapkan pada manusia.

“Saya tidak mengerti mengapa itu tidak bisa diterapkan pada organisme yang lebih kompleks,” katanya kepada Motherboard.

“Jika akan diperkenalkan ke manusia, maka itu akan menjadi bentuk terapi gen tertentu.

Tentu saja masih jauh di depan dan perhatian utama ada pada etika dan keselamatan,” ujarnya.

Baca juga: Peneliti Cina Akhirnya Buka Data Asal-usul Covid-19 yang Lama Dinanti

Baca juga: Main Seharian Saat Terik, Bocah Malaysia Meninggal Dehidrasi

Jika mempertahankan osilasi meningkatkan keseimbangan dalam sel (homeostasis seluler) dan umur panjang pada skala universal, intervensi farmakologis dan nutrisi berkala dengan waktu yang optimal juga dapat dikembangkan, kata Hao.

Dalam sebuah komentar, Howard Salis, seorang profesor teknik biologi dan kimia di Penn State University, mengatakan bahwa sel manusia mengandung sirkuit genetik yang serupa dan berkaitan dengan usia, membuat metode yang sama untuk mengubah kemungkinan.

“Ada banyak jalur seluler dalam sel ragi yang dilestarikan secara luas dan muncul di sel manusia juga,” kata Salis, seperti dilansir Newsweek.

“Sel manusia memang memiliki lebih banyak jalur dengan lebih banyak loop umpan balik yang saling terkait.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved