Kamis, 9 April 2026

Luar Negeri

Main Seharian Saat Terik, Bocah Malaysia Meninggal Dehidrasi

Seorang bocah bernama Muhamad Syamil Aqil berusia 11 tahun di Malaysia meninggal karena dehidrasi.Bocah laki-laki itu meninggal karena sengatan panas

Editor: Muliadi Gani
Wanie Alias via New Strait Times
Muhamad Syamil Aqil beserta keluarga.(Wanie Alias via New Strait Times) 

PROHABA.CO, KUALA LUMPUR - Seorang bocah bernama Muhamad Syamil Aqil berusia 11 tahun di Malaysia meninggal karena dehidrasi.

Bocah laki-laki itu meninggal karena sengatan panas matahari.

Dia meninggal setelah bersepeda di bawah terik matahari.

Muhamad Syamil Aqil meninggal di Klinik Kesehatan Balai dekat Bachok, Kelantan, pada pukul 09.27 pada Rabu, 26 April 2023.

Seperti dilaporkan New Straits Times, ibu anak laki-laki itu, Wanie Alias, mengatakan, putranya sehat dan aktif pada dua hari pertama Hari Raya Idul fitri, tetapi demam pada hari berikutnya.

“Saya memantau kondisinya dengan cermat setiap jam dan saya menemukan bahwa suhu tubuhnya melonjak antara 37 dan 38 derajat celsius,” kata sang ibu kepada wartawan.

“Pada hari keempat Hari Raya (25 April),

setelah shalat subuh, saya perhatikan Syamil sudah sangat lemah, dan saat kami bersiap-siap untuk pergi ke klinik kesehatan, dia tiba-tiba mengalami kejang epilepsy,” ujarnya.

“Saya langsung membawa anak saya ke Klinik Kesehatan Balai.

Ketika kami sampai di klinik, dokter yang bertugas langsung memberinya oksigen dan branula untuk memasukkan cairan.

Baca juga: Kotanya Dikepung Rusia, Bocah Enam Tahun Tewas Sendirian karena Dehidrasi

Baca juga: Suhu Panas di Beberapa Negara Eropa, Catat Rekor Tertinggi

Baca juga: Menyamar Jadi Pembeli, Polisi Ciduk 2 Pengedar Sabu di Pidie, Satu Lagi Masih Diuber

Namun, denyut nadinya tiba-tiba berhenti, danmenjadi tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Ibu berusia 32 tahun itu mengatakan, dokter mencoba yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa putranya dan melakukan resusitasi kardiopulmoner (CPR).

Namun, dia dan suaminya harus menerima bahwa putra mereka tidak lagi bisa selamat, terlepas dari berbagai upaya dokter.

Wanie mengatakan, jenazah putranya dikirim ke Unit Forensik Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II (HRPZ II) untuk post-mortem.

Hasilnya mengungkapkan bahwa dia meninggal karena sengatan panas dan dehidrasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved