Kamis, 16 April 2026

Gebyar PKA 8 2023

USK Jelaskan Sejarah Perjalanan Islam di Aceh, UIN Perkenalkan Sejarah Rempah-Rempah

Makin dalam sejarah, makin banyak hal tersembunyi yang bisa dapat dijelajahi.

Penulis: Safira Aznura Yunda | Editor: Jamaluddin
INTERNSHIP PROHABA.CO/SAFIRA AZNURA YUNDA
Stan USK dan UIN Ar-Raniry di arena PKA 8, Banda Aceh. 

“Sejarah tentu tidak bisa diubah, tapi sejarah menjadi pembelajaran yang lebih baik bagi kita di masa depan,” ujar Panitia UIN yang menjaga stan, Muhammad Fadhlun.

PROHABA.CO - Universitas Syiah Kuala (USK) mengajak para pengunjung stan mereka di arena Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 8 di Banda Aceh, untuk mengenal perjalanan masuknya Islam ke Aceh.

Ditemani mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah universitas itu, para pengunjung diajak berkenalan dengan sejarah perjalanan Islam di Aceh.

Ada berbagai macam media pembelajaran yang disediakan panitia untuk menarik minat pengunjung untuk  penyimak pembelajaran.

Baca juga: 20 Kabupaten/Kota Seluruh Aceh Mengikuti Perlombaan Peuayon Aneuk di PKA 8

Selain itu, mereka juga mengajak para pengunjung mengenal sejarah dengan memainkan permainan pembelajaran.

Ada beberapa pertanyaan yang tersedia dan bila bisa menjawab pertanyaan dari mereka, pengunjung akan diberikan hadiah.

Tak jauh dari stan USK, terdapat stan milik Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry.

Baca juga: Permainan Rakyat di PKA-8: Aceh Besar Juara I Catoe Rimueng dan Subulussalam Kuasai Engklek

Berbeda dengan USK, mahasiswa UIN memperkenalkan detail sejarah perkembangan rempah-rempah di Aceh.

Stan UIN juga memperkenalkan buku berjudul 'Sejarah Pekan Kebudayaan Aceh' yang disusun oleh alumni universitas tersebut.

Panitia stan UIN menjelaskan bagaiamana pentingngnya sejarah yang harus diketahui oleh masyarakat.

Baca juga: Majelis Seniman Aceh Ikut Ramaikan PKA 8, Ini Agenda Mereka ke Depan

Dari dua stan tersebut, tergambar betapa pentingnya perjalanan Islam dan rempah-rempah yang masuk ke Indonesia.

Dibalik sejarah, tentu ada cerita yang panjang dan sayang untuk tidak disimak.

Sulitnya media untuk menguak sejarah tidak mempersulit siapapun yang ingin tahu tentang rahasia di dalamnya.

Makin dalam sejarah, makin banyak hal tersembunyi yang bisa dapat dijelajahi.

“Sejarah tentu tidak bisa diubah, tapi sejarah menjadi pembelajaran yang lebih baik bagi kita di masa depan,” ujar Panitia UIN yang menjaga stan, Muhammad Fadhlun, pada Rabu (8/11/2023). (Penulis adalah siswi magang dari SMKN 2 Lhokseumawe)

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved