Kamis, 11 Juni 2026

Konflik Palestina vs Israel

Israel Serang Kota Rafah Sebelum Fajar, 52 Orang Tewas

Israel dilaporkan memulai prosedur serangan darat (ground invasion) ke Rafah, Gaza Selatan, dengan mulai mengintensifkan serangan udara.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
AFP/SAID KHATIB
Asap mengepul selama pemboman Israel di atas Rafah di Jalur Gaza selatan pada 12 Februari 2024 di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas Palestina. Serangkaian serangan udara Israel di kota Rafah, Gaza selatan pada 12 Februari 2024 menewaskan 52 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas. Serangan tersebut menghantam 14 rumah dan tiga masjid di berbagai wilayah di Rafah, menurut pemerintah Hamas. 

PROHABA.CO, JALUR GAZA -  Israel dilaporkan memulai prosedur serangan darat (ground invasion) ke Rafah, Gaza Selatan, dengan mulai mengintensifkan serangan udara.

Israel menyerang Kota Rafah di Jalur Gaza selatan dan menewaskan 52 orang serta melukai puluhan lainnya.

Laporan otoritas kesehatan Gaza, pada Senin (12/2/2024) menyatakan, pengeboman besar-besaran yang terjadi itu menyebabkan kepanikan yang meluas di Rafah, karena banyak orang tertidur ketika serangan terjadi.

Diketahui, Israel mengerahkan pesawat tempur, tank, dan kapal militernya dalam serangan tersebut.

Militer Israel mengatakan, mereka telah melakukan serangkaian serangan di Gaza selatan tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Sebanyak 52 orang tewas karena serangan udara besar-besaran dari Israel di Rafah sebelum fajar, Senin (12/2/2024) pagi tadi.

Hal itu dikatakan Kementerian Kesehatan di wilayah yang dikelola Hamas.

Baca juga: Israel Tarik Pasukan Gaza Buat Lawan Hizbullah, IDF Tak Sanggup Hadapi 2 Perang Sekaligus

Serangan Israel terjadi di wilayah yang padat penduduk akibat banyaknya jumlah pengungsi di Rafah.

Dari pantauan jurnalis AFP dapat mendengar serangkaian serangan hebat di wilayah tersebut. Tampak pula asap mengepul di atas Kota Rafah.

"Serangan tersebut menghantam 14 rumah dan tiga masjid di berbagai tempat di Rafah," kata pemerintah Hamas.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa mereka telah melakukan serangkaian serangan terhadap sasaran teror di daerah Shaboura di Jalur Gaza selatan.

Dari pernyataan tersebut juga dikatakan bahwa serangan itu telah selesai.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan pasukannya untuk mempersiapkan serangan darat di Rafah.

Baca juga: Kondisi Mengenaskan Para Warga Gaza yang Terpaksa Mengungsi di Sebuah Kebun Binatang di Rafah

Baca juga: Tengok Kiri Kanan, Modus Pacar Tamara Tenggelamkan Dante Sebanyak 12 Kali

Diketahui, kini Rafah menjadi pusat populasi besar terakhir di Gaza yang belum dimasuki pasukan Israel, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang Israel-Hamas. Saat ini, sekitar 1,4 juta warga Palestina memadati Rafah.

Banyak yang tinggal di tenda-tenda sementara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved