Rabu, 29 April 2026

Pemilu 2024

Heboh Emak-emak di Aceh Tamiang Geruduk Kantor Bawaslu, Mereka Ditipu Oknum Caleg

Heboh, Sejumlah emak-emak mengaku Tim Sukses (Timses) salah satu caleg dari partai nasional berinisial FMM. Kaum emak-emak mennggeruduk Kantor Bawaslu

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Dok Humas
Perwakilan massa saat diterima Ketua Bawaslu Aceh Tamiang, Imran, Rabu (14/2/2024) dini hari. 

Kehadiran emak-emak ini untuk mengadukan oknum caleg yang dinilai mengingkari janji pembayaran honor anggota timsesnya.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

PROHABA.CO, KUALASIMPANG - Heboh, Sejumlah emak-emak mengaku Tim Sukses (Timses) salah satu caleg dari partai nasional berinisial FMM.

Kaum emak-emak mennggeruduk Kantor Bawaslu Aceh Tamiang, Rabu (14/2/2024) dini hari.

Kehadiran emak-emak ini untuk mengadukan oknum caleg yang dinilai mengingkari janji pembayaran honor anggota timsesnya.

Para emak-emak ini untuk mengadukan oknum caleg wanita yang dinilai telah menipu dan ingkar janji.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, belasan emak-emak ini mengaku sebagai tim sukses caleg dari partai nasional FMM.

Mereka mengadukan sikap FMM yang dinilai tidak bersedia membayar honor tim sukses.

Baca juga: Mengeluh Sesak Napas, Ketua KPPS di Medan Meninggal Dunia Sehari sebelum Pemilu

Baca juga: Usai Mencoblos, Rumah Warga Jeumpa Bireuen Dilalap Sijago Merah, Akibat Mesin Sedot Minyak Meledak

Baca juga: RUSUH, Logistik Pemilu Dibakar Massa di Papua Tengah

“Diperkirakan Rp 25 juta, kami mau hak kami dibayar,” kata seorang wanita dalam video itu.

Selain merasa ditipu karena honor tim sukses tidak dibayar, mereka juga merasa ditinggal karena tidak menerima mandat sebagai saksi.

Mirisnya kata mereka, mandat saksi ini diberikan kepada pihak lain.

“KTP yang sudah kami serahkan tolong dikembalikan, jangan mengakali,” teriak mereka.

Ketua Bawaslu Aceh Tamiang, Imran ketika dikonfirmasi mengatakan kelompok emak-emak ini datang ke kantornya sekira pukul 23.00 WIB.

Diakuinya, ada sedikit ketegangan karena awalnya pihak Bawaslu hanya bersedia menerima perwakilan satu orang.

“Mereka minta lima orang, kami akomodir dan menampung mereka di aula,” kata Imran, Rabu (14/2/2024) siang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved