Jumat, 15 Mei 2026

Luar Negeri

Telepon Pacar 100 Kali Sehari, Gadis Cina Mengidap ‘Otak Cinta’

seorang wanita berusia 18 tahun di Cina, yang diidentifikasi hanya sebagai Xiaoyu, telah dirawat di rumah sakit setelah menunjukkan perilaku obsesif

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Perempuan sedang telepon pacar. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock 

PROHABA.CO, BEIJING - Telepon dan saling bertukar pesan sama pacar sudah menjadi rutinitas hampir semua pasangan.

Ini juga menjadi salah satu cara pasangan untuk menjaga komunikasi dan meningkatkan keintiman di dalam hubungan.
 
Namun, lain halnya dengan yang terjadi pada pasangan muda di Cina ini, kerap menghubungi pacarnya karena sangat terobsesi dengannya.

Begitu juga halnya yang dilakukan oleh seorang wanita berusia 18 tahun di Cina, yang diidentifikasi hanya sebagai Xiaoyu, telah dirawat di rumah sakit setelah menunjukkan perilaku obsesif terhadap pacarnya.

Menurut South China Morning Post, para dokter percaya bahwa ia mungkin menderita gangguan kepribadian ambang.

Perilaku aneh Xiaoyu dimulai pada tahun pertama kuliahnya,menurut laporan setempat.

Dia dilaporkan menjadi terlalu bergantung pada pacarnya, menuntut komunikasi yang konstan dan pembaruan tentang keberadaannya.

Baca juga: Tren Baru, Karyawan di Cina Ramai-Ramai Pakai Piyama saat Pergi ke Kantor

Perilaku ini menyebabkan ketegangan yang signifikan pada hubungan mereka, membuat sang pacar merasa sangat tertekan.

Situasi semakin memburuk ketika Xiaoyu menelepon pacarnya lebih dari 100 kali dalam satu hari dan pacarnya tidak menjawab.

Dia menjadi sangat kesal dan mulai merusak benda-benda di sekitarnya.

Karena khawatir akan keselamatannya, sang pacar menghubungi polisi.

Para petugas tiba tepat ketika Xiaoyu mengancam akan melompat dari balkon mereka.

Dia dibawa ke rumah sakit, di mana dia didiagnosis menderita gangguan kepribadian ambang atau dikenal juga dengan istilah “otak cinta”.

Baca juga: Angka Kelahiran Terus Turun, RS di Cina Banyak yang Tutup

Baca juga: Aktor Cina Buktikan Dapat Penghasilan Tinggi dengan Berpura-Pura Jadi Pengemis

Meskipun bukan merupakan istilah medis, “otak cinta” digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan jenis perilaku obsesif dalam hubungan romantis.

Dr Du Na, seorang dokter di rumah sakit tempat Xiaoyu dirawat, menjelaskan bahwa gangguan kepribadian ambang terkadang dapat terjadi bersamaan dengan kondisi lain seperti kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar.

Dr Du juga menyarankan bahwa kondisi seperti itu mungkin terkait dengan keterikatan masa kecil yang tidak sehat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved