Rabu, 27 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Kekeringan Meluas di Aceh Besar, Pemerintah Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Dampak kekeringan di Aceh Besar semakin meluas. Hal ini membuat akses terhadap air bersih masih terbatas di tiga kecamatan

Tayang:
Penulis: Khairil Insan | Editor: Muliadi Gani
SERAMBI/HENDRI
AMBIL AIR BERSIH - Warga mengambil air bersih yang didistribusikan dengan menggunakan mobil di Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (10/7/2024). Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah memberlakukan status siaga darurat bencana kekeringan untuk memaksimalkan penanganan di daerah yang terdampak khususnya di Kecamatan Lhoknga. 

Kekeringan Meluas di Aceh Besar, Pemerintah Perpanjang Masa Tanggap Darurat

PROHABA.CO - Krisis air bersih yang dialami oleh warga di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Besar merupakan imbas dari musim kemarau yang berkepanjangan.

Kondisi kekeringan yang semakin meluas memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat setempat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air sehari-hari dan aktivitas pertanian.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah merespons situasi ini dengan menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan melakukan upaya-upaya penanganan, seperti pendistribusian air bersih secara intensif.

Dikutip dari Serambinews.com, Dampak kekeringan di Aceh Besar semakin meluas.

Hal ini membuat akses terhadap air bersih masih terbatas di tiga kecamatan yaitu Darul Imarah, Peukan Bada, dan Lhoknga.

Bukan hanya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, petani juga kesulitan mengairi sawah.

Sumber air seperti waduk dan anak sungai semakin berkurang debitnya.

Untuk Lhoknga, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sejak 24 Juli lalu memperpanjang masa penanganan Siaga Darurat Bencana Kekeringan hingga 20 hari ke depan. 

Baca juga: Air Mulai Mengalir di IKN Bisa Langsung Diminum dari Keran

Sesuai rapat yang dipimpin langsung oleh Komandan Posko Sulaimi yang juga Sekda Kabupaten Aceh Besar, masa penanganan diperpanjang hingga 20 hari ke depan sejak Rabu (24/7/2024).

Wakil Komandan Posko Siaga Darurat Bencana Kekeringan Aceh Besar, Ridwan Jamil saat dihubungi Serambi, Selasa (30/7/2024) mengatakan, untuk pendistribusian air bersih bagi warga terdampak kekeringan masih dilakukan hingga sekarang.

“Saat ini kita masih operasikan 12 unit mobil tangki air untuk distribusikan air untuk warga,” katanya.

Ridwan Jamil menjelaskan, sesuai hasil rapat yang dipimpin Komandan Posko yang mengacu kepada kondisi di lapangan serta pertimbangan dari instansi terkait, akibat kekeringan yang melanda Lhoknga khususnya masih berlanjut, maka penanganan pun akan berlanjut hingga 20 hari ke depan.

“Penanganan Siaga Darurat Bencana Kekeringan di Aceh Besar salah satunya distribusi air bersih ke gampong-gampong terdampak kekeringan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan nantinya.

Apabila nanti intensitas hujan tinggi dan sumur-sumur warga kembali tersedia air bersih, maka distribusi air bersih dan penanganan Posko siaga darurat bencana kekeringan akan berakhir,” kata dia.

Baca juga: GAWAT, Kekeringan Landa Lhoknga Pemkab Keluarkan Status Siaga Darurat Bencana

Baca juga: Ini Reaksi Dunia Atas Meninggalnya Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Iran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved