Kamis, 28 Mei 2026

Internasional

Iran Berjanji Akan Balas Dendam atas Perbuatan Israel Terhadap Pemimpin Hamas

Iran dan sekelompok bersenjata regional sekutu sedang mempersiapkan penyerangan terhadap israel atas pembunuhan pemimpin politik hamas Ismail Haniyeh

Tayang:
Anadolu Ajansi/IRNA
Penampakan lokasi Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, diserang pada Rabu (31/7/2024), di dekat Kompleks Saadabad, Teheran utara, Iran. 

PROHABA.CO - Iran dan sekelompok bersenjata regional sekutu sedang mempersiapkan penyerangan terhadap israel atas pembunuhan pemimpin politik hamas Ismail Haniyeh dan komandan Hezbollah Fuad Shukr awal pekan lalu

Iran dan sekutunya akan berusaha memulihkan daya tangkal terhadap Israel tanpa memprovokasi perang regional besar-besaran.

Hal ini diungkap para analis kepada Al Jazeera, seraya memperingatkan bahwa ruang untuk salah perhitungan amatlah tipis.

"Salah satu argumen di Iran saat ini adalah bahwa mereka perlu menunjukkan respons yang tegas dan menunjukkan kesiapan mereka untuk berperang untuk meredakan ketegangan," kata Hamidreza Azizi, seorang ahli tentang Iran dan peneliti non-residen di lembaga pemikir Dewan Timur Tengah untuk Urusan Global di Doha, Qatar.

"Para pemimpin Iran berpikir bahwa jika mereka tidak melakukan hal itu, maka Israel tidak akan berhenti dan setelah beberapa waktu mungkin akan ada pejabat Iran yang menjadi sasaran Israel secara terbuka di negara itu," tambahnya. Dikutip dari Kompas.com

Baca juga: Yahya Sinwar Terpilih Jadi Pengganti Ismail Haniyeh Sebagai Pemimpin Hamas Baru

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban negaranya untuk membalas dendam kepada Haniyeh, setelah dia terbunuh di ibu kota Iran, Teheran, ketika menghadiri pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian pada tanggal 30 Juli.

Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Iran mengatakan bahwa Israel berada di balik pembunuhan tersebut.

Beberapa jam sebelum kematian Haniyeh, Israel mengaku bertanggung jawab atas penembakan sebuah rudal ke sebuah bangunan tempat tinggal di Dahiya, sebuah distrik yang ramai di ibu kota Lebanon, Beirut.

Serangan tersebut menewaskan Shukr, bersama dengan seorang wanita dan dua orang anak, sebagai balasan atas sebuah proyektil yang menewaskan 12 anak-anak Druze di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Baca juga: Geopolitik Timur Tengah Semakin Bergolak Akibat Terbunuhnya Kepala Biro Politik Hamas

Kelompok bersenjata Hezbollah Lebanon membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Hal ini ditegaskan kembali oleh pemimpin kelompok tersebut, Hassan Nasrallah, yang mengatakan bahwa sebuah respon tidak dapat dihindari menyusul serangan di Beirut.

"Saya pikir pandangan strategis secara keseluruhan tetap sama, dalam arti Hezbollah tidak ingin meningkatkannya menjadi perang besar," kata Nicholas Blanford, seorang ahli Hizbullah dari Atlantic Council, sebuah lembaga pemikir di Washington DC.

"Ini bisa menjadi operasi yang terhuyung-huyung dengan Iran memimpin dan kemudian diikuti oleh serangan dari kelompok-kelompok bersenjata lainnya," tambahnya.

"Saya pikir mereka akan mengincar target militer yang terkenal."

(PROHABA.CO/Muhammad Ziyad Az-zahidi)

(Penulis adalah Mahasiswa Internship Prodi Ilmu Politik UIN Ar-Raniry Banda Aceh)

Baca juga: Israel Serang Suriah Lagi hingga Tewaskan 12 Petempur Pro-Iran

Baca juga: Ini Reaksi Dunia Atas Meninggalnya Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Iran

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved