Tahukah Anda

Terminal Lucidity, Fenomena Mendadak Sembuh sebelum Ajal

Pernahkah kamu mendengar tentang orang yang sakit parah, bahkan mungkin sudah divonis dokter tak akan lama lagi, tiba-tiba mengalami pemulihan yang

Editor: Muliadi Gani
SHUTTERSTOCK
Di usia senja Anda memiliki risiko lebih tinggi mengalami multiple myeloma. Ini adalah kanker yang menyerang sel plasma di sumsum tulang.(SHUTTERSTOCK) 

PROHABA.CO -  Terminal lucidity adalah fenomena membaiknya ingatan dan kesehatan seseorang secara tidak terduga sesaat sebelum meninggal.

Fenomena ini umumnya terjadi pada pasien yang menderita gangguan otak parah, seperti stroke dan tumor otak.

Pernahkah kamu mendengar tentang orang yang sakit parah, bahkan mungkin sudah divonis dokter tak akan lama lagi, tiba-tiba mengalami pemulihan yang mengejutkan? 

Mereka yang tadinya linglung, pikun, atau bahkan koma, mendadak bisa berkomunikasi dengan jelas, mengingat kembali kenangan lama, dan seolah-olah kembali menjadi diri mereka yang dulu.

Fenomena yang sudah lama menjadi misteri dalam dunia medis ini dikenal dengan istilah terminal lucidity.

Fenomena orang sakit mendadak sehat sesaat sebelum ajal

Terminal lucidity adalah kondisi saat pasien demensia atau Alzheimer berat tiba-tiba menunjukkan pemulihan yang mengejutkan.

Orang dengan demensia atau Alzheimer yang parah biasanya mengalami gangguan kemampuan kognitif seperti kesulitan melakukan aktivitas sahari-hari, mengenali orang terdekat, atau kehilangan kemampuan bicara.

Baca juga: Dokter Bingung, Pria Inggris Ini Mati Suri Selama 50 Menit, Lalu Membuat Pemulihan Ajaib

Mereka yang mengalami terminal lucidity biasanya mendadak bisa melakukan kemampuan-kemampuan tersebut.

Misalnya berbicara dengan lancar, mengingat memori-memori masa lalu dengan jelas.

Sayangnya, kondisi ini biasanya terjadi dalam beberapa jam atau hari sebelum kematian.

Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Archives of Gerontology and Geriatrics tahun 2012 mengamati fenomena ini lebih dekat.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengidentifikasi 83 kasus terminal lucidity yang dilaporkan dalam literatur medis selama 250 tahun terakhir.

Kasus-kasus tersebut melibatkan pasien berbagai kondisi seperti abses otak, tumor, stroke, meningitis, demensia, Alzheimer, skizofrenia, hingga gangguan afektif.

Penelitian lain yang mengamati ini diterbitkan pada 2018 dalam jurnal Death Studies. Riset tersebut menunjukkan ari 338 kematian yang dilaporkan, 6 di antaranya mengalami terminal lucidity.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved