Rabu, 20 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Gerhana Bulan Total Akan Terjadi pada 14 Maret 2025, Apakah Terlihat di Indonesia?

Peristiwa ini terjadi ketika cahaya dari satu sumber, seperti Matahari, terhalang oleh benda lain, seperti Bulan atau Bumi. 

Tayang:
Penulis: Amelia Puspa Trinanda | Editor: Muliadi Gani
Serambinews.com
Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Dr Tgk Ismail SSy MA. Gerhana Bulan Total Akan Terjadi pada 14 Maret 2025, Apakah Terlihat di Indonesia? 

Gerhana Bulan Total Akan Terjadi pada 14 Maret 2025, Apakah Terlihat di Indonesia?

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

PROHABA.CO, LHOKSEUMAWE - Gerhana merupakan fenomena langit yang selalu menarik perhatian banyak orang.

Peristiwa ini terjadi ketika cahaya dari satu sumber, seperti Matahari, terhalang oleh benda lain, seperti Bulan atau Bumi. 

Ada dua jenis gerhana yang sering terjadi, yakni gerhana Matahari dan gerhana Bulan.

Gerhana Matahari terjadi saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sementara gerhana Bulan terjadi saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.

Meskipun gerhana Bulan dan gerhana Matahari bisa diprediksi berdasarkan fase-fase bulan, tidak setiap bulan baru atau bulan purnama akan menyaksikan peristiwa ini. 

Hal ini dikarenakan orbit Bulan yang tidak sepenuhnya sejajar dengan orbit Bumi.

Perbedaan sudut sekitar lima derajat antara kedua orbit tersebut menyebabkan gerhana hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Dr. Tgk Ismail SSy MA, Ketua Jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, memberikan penjelasan terkait jenis-jenis gerhana Bulan.

Baca juga: Manfaat dan Keajaiban Minyak Zaitun untuk Kesehatan, Mitos atau Fakta?

Baca juga: 6 Keutamaan Malam Nuzulul Quran dan 5 Amalan yang Dikerjakan Diperingati 17 Ramadhan 2025

Menurutnya, gerhana Bulan terbagi menjadi tiga jenis utama:

Pertama, Gerhana Bulan Total: seluruh piringan Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, menyebabkan Bulan terlihat berwarna kemerah-merahan.

Kedua, Gerhana Bulan Sebagian: hanya sebagian dari permukaan Bulan yang memasuki bayangan inti bumi, menciptakan efek bayangan yang tidak merata pada Bulan.

Ketiga, Gerhana Bulan Penumbra: dalam jenis ini, Bulan hanya memasuki bayangan luar Bumi (penumbra), sehingga efek yang terlihat di Bumi adalah Bulan yang tampak sedikit redup, meskipun tidak sepenuhnya gelap.

Gerhana Bulan Penumbra hanya bisa diamati dengan teleskop karena perubahan kecerahan yang sangat halus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved