Tahukah Anda

Siapa Sebenarnya yang Bangun Piramida di Mesir? Ini Faktanya

Piramida Mesir menjulang megah di atas padang pasir, menjadi saksi bisu peradaban kuno yang luar biasa.  Namun, di balik kemegahan arsitektur ini,

Editor: Muliadi Gani
FOTO: ISTOCKPHOTO/HOLGS
PIRAMIDA DI MESIR - Piramida Agung Giza, terdapat di Mesir. Salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia kuno 

PROHABA.CO -  Tahukah anda tentang piramida. Bangunan ikonik dari masa pemerintahan firaun di Mesir itu masih berdiri sampai hari ini.

Namun, kapankah piramida pertama kali dibangun? 

Pertanyaan ini sering terdengar mengingat bentuk bangunannya yang unik dan tidak sembarangan orang mampu membuatnya.

Piramida adalah bangunan peninggalan Mesir Kuno yang mempunyai fungsi sebagai pemakaman.

Bangunan ini dianggap unik dan megah sehingga menyebar berbagai teori mengenai siapa yang membangun piramida Mesir.

Piramida Mesir menjulang megah di atas padang pasir, menjadi saksi bisu peradaban kuno yang luar biasa. 

Namun, di balik kemegahan arsitektur ini, muncul pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang membangun piramida-piramida itu?

Selama bertahun-tahun, beragam teori beredar, mulai dari kisah perbudakan orang Yahudi, kota hilang Atlantis, hingga intervensi alien.

Namun, seiring berkembangnya ilmu arkeologi, semakin jelas bahwa sebagian besar teori tersebut tidak memiliki bukti yang kuat.

Teori bahwa orang Yahudi diperbudak untuk membangun piramida ternyata tidak didukung oleh bukti arkeologis. 

“Kami tidak memiliki satu petunjuk pun "bahkan satu kata" mengenai orang Israel awal di Mesir,” tulis arkeolog Israel Finkelstein dan Neil Asher Silberman dalam buku The Bible Unearthed (2001). 

Baca juga: Bagaimana Piramida Tertua di Mesir Dibangun, Berikut Penjelasan Peneliti

Mereka menunjukkan bahwa Kota “Ramesses” yang disebut dalam Alkitab baru dibangun ratusan tahun setelah era pembangunan piramida berakhir.

Adapun Kota Atlantis belum pernah ditemukan dalam catatan sejarah atau bukti arkeologis.

Sementara itu, ide bahwa alien membangunnya mungkin lebih cocok dalam film fiksi ilmiah daripada kajian sejarah.

Bukti arkeologis Penelitian arkeologis kini menunjukkan bahwa piramida dibangun oleh bangsa Mesir sendiri.

Piramida tertua adalah piramida bertingkat yang dibangun pada masa Fir’aun Djoser (sekitar 2630–2611 SM).

Kemudian, muncul piramida bersisi halus pertama di bawah kekuasaan Fir’aun Snefru, dan puncaknya adalah pembangunan Piramida Agung di Giza oleh Fir’aun Khufu (sekitar 2551–2528 SM).

Dua penerusnya, Khafre dan Menkaure, juga membangun piramida di wilayah yang sama.

Selama beberapa dekade terakhir, para arkeolog menemukan banyak petunjuk mengenai kehidupan para pekerja piramida.

Salah satu penemuan paling signifikan adalah dokumen papirus yang ditemukan di Wadi al-Jarf pada tahun 2013.

Dokumen ini menyebutkan seorang pengawas bernama Merer yang memimpin 200 pekerja untuk mengangkut batu kapur dari Tura ke Giza dengan perahu menyusuri Sungai Nil.

Batu kapur ini digunakan untuk melapisi permukaan luar piramida.

Temuan ini memberikan gambaran nyata tentang logistik proyek raksasa ini.

Piramida bertingkat Djoser(Vyacheslav Argenberg)
Piramida bertingkat Djoser(Vyacheslav Argenberg) (Vyacheslav Argenberg)

Baca juga: Cara Orang Mesir Kuno Pindahkan Batu untuk Membangun Piramida

Para pekerja bukanlah budak, melainkan tenaga profesional yang mungkin bekerja sepanjang tahun.

Beberapa di antaranya tampaknya melakukan perjalanan jauh ke wilayah seperti Gurun Sinai untuk mengerjakan berbagai proyek konstruksi lainnya.

Menurut Pierre Tallet, seorang profesor Egyptologi dari Universitas Paris-Sorbonne, para pekerja mendapatkan jatah makanan berupa kurma, sayuran, unggas, dan daging.

Selain itu, mereka juga menerima kain tekstil yang “kemungkinan besar dianggap sebagai bentuk uang pada masa itu.”

Mark Lehner dari Ancient Egypt Research Associates (AERA) memimpin penggalian kota pekerja di dekat Piramida Menkaure. 

Di sana ditemukan bukti bahwa para penghuni kota memproduksi roti dalam jumlah besar, menyembelih ribuan hewan, dan memproduksi bir dalam skala masif.

Diperkirakan sekitar 1.800 kilogram hewan "seperti sapi, kambing, dan domba" disembelih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi para pekerja.

Yang menarik, kerangka para pekerja yang ditemukan di sekitar situs menunjukkan bahwa tulang-tulang mereka yang patah telah disambung dan disembuhkan dengan baik.

Ini menunjukkan bahwa mereka mendapatkan perawatan medis, suatu kemewahan yang tidak mungkin diberikan kepada budak.

Meski para pekerja bukan budak, struktur sosial tetap terlihat dalam pembagian tempat tinggal dan makanan.

Pejabat tinggi yang terlibat dalam pembangunan piramida hidup di rumah besar dan menikmati potongan daging terbaik.

Sebaliknya, pekerja biasa kemungkinan besar tidur di bangunan sederhana atau gubuk di dekat piramida.

Lehner menambahkan bahwa beberapa pejabat mungkin mendapatkan imbalan berupa tanah, sebagaimana tercatat dalam sejarah Mesir pada periode lain.

Namun, belum ada bukti konkret apakah kebijakan ini juga berlaku bagi mereka yang terlibat dalam pembangunan piramida.

Piramida Mesir bukanlah hasil kerja paksa atau teknologi luar angkasa atau karya alien.

Mereka adalah hasil dari dedikasi dan keterampilan bangsa Mesir kuno yang bekerja secara terorganisasi, diberi upah, makanan, bahkan perawatan medis.

Seiring waktu, temuan baru terus membuka jendela sejarah yang lebih jelas tentang siapa dan bagaimana struktur raksasa ini bisa dibangun.

Seperti kata pepatah Mesir kuno, “Manusia mati, tapi karyanya abadi.” 

Baca juga: Polisi Mesir Gagalkan Pencurian Patung Firaun Ramses II

Baca juga: Mumi dengan Lidah Emas Ditemukan Lagi di Mesir

Baca juga: Ini 3 Makanan Paling Mematikan di Dunia, Mengapa Masih Saja Dikonsumsi?  

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siapa Sebenarnya yang Membangun Piramida di Mesir?", 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved