Minggu, 19 April 2026

Tahukah Anda

Lingkar Pinggang Besar, Ancaman bagi Kesehatan, Berikut Penjelasannya

Tahukah anda, lingkar pinggang sering kali dianggap hanya sebagai persoalan penampilan.  Padahal, ukuran lingkar pinggang dapat memberikan gambaran

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK/OLLYY
ILUSTRASI PERUT BUNCIT - Perut buncit berpotensi besar memengaruhi kesehatan. Juga mengindikasikan sejumlah penyakit. 

Lemak ini melingkupi organ-organ vital dan berbeda dari lemak subkutan yang berada tepat di bawah kulit.

Ketika lemak visceral terurai, ia melepaskan asam lemak ke dalam aliran darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, Alzheimer, kolesterol tinggi, hingga resistensi insulin yang memicu diabetes tipe 2.

Bahkan, protein yang dihasilkan oleh lemak ini dapat menyebabkan peradangan jaringan dan penyempitan pembuluh darah, yang meningkatkan tekanan darah.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Gigi Bisa Melindungi Jantung, Berikut Penjelasannya

BMI telah lama digunakan sebagai indikator obesitas, tetapi menurut Dr Cerhan, “BMI bukanlah ukuran yang sempurna.”

Ia menambahkan bahwa BMI tidak dapat membedakan antara massa lemak dan otot, serta tidak menunjukkan distribusi lemak dalam tubuh. 

Ini menjadi masalah karena lemak di perut memiliki dampak metabolik yang lebih berbahaya.

Artinya, seseorang bisa saja memiliki BMI normal, tetapi menyimpan lemak berlebih di perut dan tetap berisiko tinggi terkena penyakit kronis.

Kondisi ini dikenal sebagai TOFI: Thin Outside, Fat Inside. Batasan yang sehat Meskipun tiap individu berbeda, ada panduan umum tentang ukuran pinggang yang sehat.

Untuk wanita: maksimal 88 cm (35 inci) Untuk pria: maksimal 102 cm (40 inci).

Untuk orang Asia: wanita 80 cm dan pria 90 cm.  Pengukuran harus dilakukan dengan benar.

Diawali dengan berdiri tegak, mengukur bagian pinggang sejajar pusar setelah mengembuskan napas (bukan saat mengisap perut ke dalam). Selain lingkar pinggang, rasio pinggang-pinggul juga bisa menjadi indikator kesehatan.

Rasio >0,85 pada wanita dan >0,95 pada pria bisa menunjukkan peningkatan risiko penyakit.

Ukuran pinggang juga merupakan salah satu dari lima indikator sindrom metabolik, bersama dengan tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol HDL rendah.

Memiliki tiga atau lebih dari kondisi ini sangat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes.

Berita baiknya, perubahan kecil pada gaya hidup bisa memberi dampak besar: olahraga. Aktivitas fisik seperti jalan cepat, bersepeda, yoga, atau angkat beban dapat mengurangi lemak visceral, bahkan tanpa penurunan berat badan drastis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved