Tahukah Anda

Berbeda Jenis Rokok, Beda Pula Letak Kankernya, Ini Kata Dokter

Merokok merupakan faktor risiko paling utama yang menyebabkan kanker paru dan beragam jenis kanker lainnya.

Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
HASIL PEMERIKSAAN PARU - Ilustrasi hasil pemeriksaan paru. Tampilan paru-paru sehat (kiri) dan post covid-19. Beda jenis rokok, beda pula letak kankernya. Berikut penjelasannya.  

PROHABA.CO -  Merokok merupakan faktor risiko paling utama yang menyebabkan kanker paru dan beragam jenis kanker lainnya.

Apapun jenis rokoknya, keretek atau filter, maupun hanya sebagai perokok pasif dapat menyebabkan kanker.

Namun, yang jarang diketahui banyak orang adalah bahwa jenis rokok yang digunakan dapat memengaruhi lokasi munculnya kanker dalam tubuh.

Rokok filter, kretek, cerutu, hingga rokok elektrik masing-masing memiliki risiko kanker yang berbeda berdasarkan bahan dan cara penggunaannya.

Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko terbesar terjadinya kanker paru. 

Meski begitu, jenis rokok yang dikonsumsi ternyata memainkan peran penting dalam menentukan tipe kanker paru yang berkembang.

Menurut pemaparan dr Sita Laksmi Andarini SpP(K), jenis rokok kretek atau nonfilter yang menghasilkan asap lebih kasar dan berat, serta cenderung menempel di saluran pernapasan besar.

“Perokok jenis ini biasanya mengalami karsinoma sel skuamosa (SCC) yang berkembang di bronkus besar,” paparnya di sela acara Siloam Oncology Summit yang digelar oleh MRCCC Hospital di Jakarta padaMinggu (18/5/2025).

Baca juga: Mengenal Kanker Paru-paru: Kanker Penyumbang Kematian Terbesar

Sementara itu, asap rokok filter yang mengandung partikel halus pada umumnya bisa memicu kanker paru adenokarsinoma.

“Asapnya yang mengandung partikel halus dapat lebih masuk ke dalam jaringan paru, hingga ke bagian perifer,” ujar dokter spesialis paru subspesialis onkologi toraks ini.

Penelitian juga menunjukkan bahwa durasi dan jumlah rokok yang dikonsumsi (dihitung dalam packyears) berbanding lurus dengan risiko semua tipe kanker paru, terutama SCC dan kanker paru sel kecil (SCLC).

Risiko kanker ini lebih signifi kan pada individu yang mulai merokok pada usia muda.

Di kalangan generasi muda saat ini lebih populer rokok elektrik atau pun vape dengan beragam aroma menarik, mulai dari rasa permen hingga buah-buahan.

Rokok ini juga dianggap sebagai alternatif untuk mengonsumsi nikotin secara aman.

Walau begitu, menurut dr Sita, anggapan itu keliru. Kandungan di dalam vape justru bisa lebih tinggi dibandingkan rokok konvensional.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved