Tahukah Anda
Berbeda Jenis Rokok, Beda Pula Letak Kankernya, Ini Kata Dokter
Merokok merupakan faktor risiko paling utama yang menyebabkan kanker paru dan beragam jenis kanker lainnya.
“Ada vape yang kadar nikotinnya lebih tinggi dibanding rokok biasa.
Bahkan, dari penelitian kami, pengguna shisha bisa memiliki kadar nikotin dalam urine sampai 50 kali lipat dibandingkan perokok biasa,” ujarnya.
WHO juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa rokok elektronik tidak direkomendasikan untuk alat bantu berhenti merokok.
Baca juga: Bencana Alam Bikin Kebiasaan Merokok Meningkat, Yuk Kita Intip Apa Solusinya?
Sebagai produk dengan bahan beracun yang berpotensi merusak organ paru-paru, vape dinilai dapat meningkatkan kemungkinan risiko kanker paru yang sama seperti kebiasaan merokok.
Kanker paru sering berkembang tanpa disadari dan baru menimbulkan gejala saat tumornya sudah di stadium lanjut dan berkembang ke organ lain.
Karena itu, dr Sita menyarankan agar orang yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi kanker paru sangat disarankan melakukan deteksi dini.
“Mereka yang masuk dalam kelompok ini adalah perokok, baik aktif atau pasif, ada riwayat kanker dalam keluarga, atau menderita batuk yang tak kunjung sembuh lebih dari dua minggu,” paparnya.
Pemeriksaan kanker paru saat ini dianjurkan dengan metode Low dose CT (LDCT) Scan yang bisa menemukan nodul yang berukuran lebih kecil.
Sementara itu pemeriksaan dengan foto rontgen baru bisa mendeteksi nodul yang berukuran sekitar 3 cm dan jika ditemukan biasanya sudah stadium lanjut.
Pemeriksaan LDCT aman karena menggunakan radiasi dosis rendah dan bisa dilakukan di rumah sakit tipe C ke atas.
Melalui pemeriksaan ini, nodul atau benjolan yang abnormal bisa dideteksi secara jelas hingga bisa dilakukan penanganan lebih awal.
LDCT bisa menurunkan angka tingkat kematian hingga 24 persen.
Oleh sebab itu, berhenti merokok adalah cara terbaik untuk melindungi kesehatan dan mengurangi risiko kanker.
Baca juga: Jalan Kaki Cepat Sepuluh Menit Bisa Bantu Berhenti Merokok, Ini Penjelasan Peneliti
Baca juga: Perokok Berisiko 15-30 Kali Lebih Tinggi Kena Kanker Paru-Paru
Baca juga: 8 Makanan yang Dapat Memicu Kanker, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Tak Terkena Penyakit Ini
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beda Jenis Rokoknya, Beda Pula Letak Kankernya",
| 9 Makanan Kaya Zat Besi untuk Atasi Anemia Secara Alami, Biji Labu hingga Brokoli |
|
|---|
| Ikan Gabus, Dari Tradisi Penyembuhan Luka hingga Potensi Antioksidan dan Antihipertensi |
|
|---|
| Pohon Sawit Tak Dapat Gantikan Fungsi Hutan, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Versi Terbaru Kebutuhan Protein Manusia Per Hari, Berikut Penjelasan Ahli |
|
|---|
| Tempe Goreng Lebih Sehat daripada Keripik Tempe, Begini Penjelasan Pakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-Tampilan-paru-paru-sehat-kiri-dan-post-covid-19.jpg)