Tahukah Anda

Peneliti Ungkap Siapa yang Bangun Piramida Agung Mesir

Pekerja terampil Dalam penggalian terbaru yang dipimpin oleh arkeolog ternama Mesir, Dr Zahi Hawass, timnya menemukan bukti kuat bahwa Piramida Agung

Editor: IKL
ISTOCKPHOTO/HOLGS
PIRAMIDA MESIR - Piramida Agung Giza di Mesir, salah satu dari 7 Keajaiban Dunia kuno. Penelitian terbarumengungkap bahwa piramida iu bukan dikerjakan oleh ribuan budak, melainkan oleh sekelompok pekerja terampil 

Peneliti Ungkap Siapa yang Bangun Piramida Agung Mesir

PROHABA.CO - SELAMA berabad-abad, Piramida Agung Giza di Mesir memicu rasa takjub dan misteri. 

Bagaimana mungkin manusia ribuan tahun lalu membangun struktur sebesar itu tanpa teknologi modern?

Selama ini, banyak yang percaya bahwa 100.000 budak membangunnya dalam waktu 20 tahun. 

Namun, temuan arkeologi terbaru justru membalikkan anggapan tersebut.

 Pekerja terampil Dalam penggalian terbaru yang dipimpin oleh arkeolog ternama Mesir, Dr Zahi Hawass, timnya menemukan bukti kuat bahwa Piramida Agung dibangun oleh pekerja profesional, bukan budak. 

Temuan ini berasal dari tulisan dan makam yang ditemukan di sekitar situs piramida.

 “Saya yakin, jika mereka budak, mereka tidak akan dikuburkan di dekat piramida,” ujar Dr Hawass dalam wawancaranya dengan media.

 “Budak tidak akan menyiapkan makam untuk keabadian, sebagaimana raja dan ratu.” Graffiti yang ditinggalkan para pekerja menjadi bukti langsung keterlibatan mereka dalam pembangunan, menunjukkan bahwa mereka dihormati dan memiliki status sosial yang lebih tinggi dari yang selama ini diasumsikan. 

Kota pekerja Temuan yang paling mengejutkan adalah keberadaan sebuah “kota pekerja” di timur Piramida Agung. 

Baca juga: 81 Caba PK TNI AD yang Lulus di Aceh Berasal dari Keluarga Petani dan Anak Yatim

Kota ini terdiri atas barak serta fasilitas pendukung lainnya, dan menjadi tempat tinggal bagi ribuan pekerja bangunan.

 Tim arkeolog juga menemukan ribuan tulang hewan terutama sapi dan kambing yang menunjukkan bahwa para pekerja mendapat asupan makanan yang cukup baik. 

Dari analisis, diketahui bahwa sekitar 10.000 pekerja diberi makan setiap hari dengan menu yang jauh lebih beragam daripada yang dibayangkan sebelumnya, termasuk daging dalam jumlah besar. 

Temuan ini menunjukkan bahwa proyek pembangunan piramida dikelola secara sistematis, dengan perhatian besar terhadap logistik dan kesejahteraan pekerja. Hal ini bertolak belakang dengan teori lama yang menggambarkan para pekerja sebagai korban eksploitasi dan kekurangan gizi. 

Bangunan canggihTak hanya tentang siapa yang membangun, tetapi juga bagaimana cara mereka membangunnya, menjadi fokus penelitian Dr Hawass dan tim. 

Baca juga: Langkah Mualem Bangun Terowongan Geurutee Impian Masyarakat Barsela, Ketua DPRK Abdya Beri Dukungan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved