Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Warga Aceh Tamiang Meninggal Dikeroyok di Malaysia, Keluarga Minta Keadilan

Seorang warga Aceh Tamiang bernama Syahrul Ramadhan (34), dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
TANGKAP LAYAR VIDEO BEREDAR
PENGEROYOKAN – Seorang warga asal Aceh Tamiang saat dikeroyok sejumlah orang hingga meninggal dunia, di kawasan Bukit Jambul, Pulau Pinang, Malaysia, pada Sabtu (2/8/2025), sekitar pukul 19.00 Waktu Malaysia. 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Seorang warga Aceh Tamiang bernama Syahrul Ramadhan (34), dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Bukit Jambul, Pulau Pinang, Malaysia, pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Korban merupakan warga Kampung Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

Menurut informasi yang diterima dari pihak kepolisian Malaysia dan disampaikan oleh Ketua Grup Sabena Komuniti Aceh Malaysia, Bospon, insiden bermula saat korban menggoyang-goyang pagar rumah seseorang dan merusak kaca mobil milik warga.

Tindakan tersebut memicu keributan yang berujung pada aksi pengeroyokan oleh sejumlah warga dari berbagai kewarganegaraan.

"Korban dipukul ramai-ramai oleh orang Burma (Myanmar), Indonesia, dan Malaysia.

Dia dipukul di kepala dan dicekik hingga meninggal dunia," ungkap Bospon dikutip Serambinews.com, Minggu (3/8/2025).

Proses Hukum dan Pemulangan Jenazah

Bospon menegaskan bahwa peristiwa ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian Malaysia

Ia mendesak agar seluruh pelaku yang terlibat segera diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Siapa pun yang terlibat dalam pemukulan ini harus ditindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku di Malaysia, itu yang kami tuntut,” ujarnya.

Baca juga: Sudah Mulai Dipesan Sejak dalam Kandungan, Bayi-Bayi Dijual ke Singapura

Kami meminta keadilan atas kematian saudara kami ini," ujarnya.

Selain melaporkan kasus ke pihak berwenang dan saat ini sedang mengurus proses pemulangan jenazah ke kampung halaman korban di Aceh Tamiang.

Saat ini, jenazah masih berada di Hospital Pulau Pinang untuk proses visum dan administrasi.

Pengawalan oleh KBRI dan Imbauan untuk WNI

Bospon menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

Pihak kedutaan, kata dia, berjanji akan mengawal kasus ini secara transparan dan profesional.

"Pihak KBRI memastikan bahwa proses hukum akan berjalan secara adil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved