Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Dampak Perang Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS

Harga minyak dunia pada Minggu (8/3/2026) menembus angka 100 dolar AS per barel untuk pertama kali sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Tangkapan Layar YouTube ABC News/WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT
HARGA MINYAK DUNIA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Harga minyak dunia pada Minggu (8/3/2026) menembus angka 100 dolar AS per barel untuk pertama kali sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi lonjakan harga ini melalui unggahan di media sosial Truth Social.(Tangkapan Layar YouTube ABC News/WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT) 

Ringkasan Berita:
  • Harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak 2022 akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.
  • Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global, terutama di jalur strategis Selat Hormuz.
  • Lonjakan harga minyak berdampak pada pasar keuangan dan harga bensin, serta berpotensi memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

 

PROHABA.CO -  Harga minyak dunia pada Minggu (8/3/2026) menembus angka 100 dolar AS per barel untuk pertama kali sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022.

Lonjakan ini dipicu konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran yang bermula dari serangan gabungan pada 28 Februari 2026.

Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2022, ketika invasi Rusia ke Ukraina memicu lonjakan harga energi global.

Lonjakan terbaru dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, sehingga pasar mulai khawatir pasokan energi global akan terganggu.

Harga minyak mentah Amerika Serikat (West Texas Intermediate/WTI) melonjak sekitar 18 persen, mencapai 108 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent, sebagai patokan global, naik sekitar 16 persen mendekati angka 108 dolar AS per barel.

Kenaikan ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Aceh Aman, Kapal Tanker Jutaan Liter Segera Tiba di Krueng Raya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi lonjakan harga ini melalui unggahan di media sosial Truth Social.

Ia menekankan bahwa kenaikan harga energi merupakan dampak yang relatif kecil dibandingkan dengan tujuan menjaga keamanan global.

Trump juga menegaskan bahwa langkah militer terhadap Iran dimaksudkan untuk mencegah negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.

Menurutnya, stabilitas jangka panjang di Timur Tengah akan berdampak positif terhadap keamanan global sekaligus pasar energi.

Lonjakan harga minyak terjadi karena kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur perdagangan energi, khususnya di Selat Hormuz.

Jalur laut strategis ini merupakan rute utama sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Iran sebelumnya mengancam akan menyerang kapal tanker minyak yang melintas di selat tersebut jika konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya meningkat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved