Konflik Amerika vs Iran
Kapal Induk USS Gerald R Ford Terbakar Saat Operasi di Laut Merah
Centcom mengonfirmasi bahwa kapal induk andalan militer AS, USS Gerald R. Ford (CVN‑78), sempat mengalami insiden kebakaran saat menjalankan operasi
Salah satu teknologi paling menonjol dari kapal ini adalah sistem Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS).
Teknologi ini menggantikan sistem ketapel uap yang digunakan pada kapal induk generasi sebelumnya.
EMALS memungkinkan peluncuran pesawat tempur dengan cara elektromagnetik yang lebih presisi, lebih halus, dan mampu mendukung pesawat yang lebih berat.
Dengan sistem tersebut, kapal induk ini mampu meluncurkan berbagai jenis pesawat modern, termasuk jet tempur siluman F‑35C Lightning II.
Selain jet tempur, USS Gerald R Ford juga dapat membawa pesawat peringatan dini, pesawat perang elektronik, helikopter, serta berbagai sistem pesawat tanpa awak yang akan menjadi bagian penting dari strategi militer masa depan.
Baca juga: Iran Kembali Luncurkan Rudal Balistik Besar-besaran ke Jantung Israel
Dalam satu waktu, kapal ini mampu mengoperasikan sekitar 75 hingga 90 unit pesawat. Kemampuan tersebut menjadikannya sebagai salah satu pangkalan udara terapung paling kuat di dunia.
Selain itu, kapal induk ini dilengkapi radar serta sistem sensor canggih yang mampu mendeteksi berbagai ancaman udara maupun laut dari jarak jauh, termasuk target yang menggunakan teknologi siluman.
Teknologi otomatisasi tingkat tinggi juga diterapkan di berbagai sistem kapal, sehingga jumlah awak dapat dikurangi hingga sekitar 25 persen dibandingkan kapal induk generasi sebelumnya.
Secara keseluruhan, USS Gerald R Ford dioperasikan oleh sekitar 4.500 personel, jumlah yang lebih sedikit dibandingkan kapal induk lama, sehingga turut membantu menekan biaya operasional jangka panjang.
USS Gerald R Ford berbeda dari kapal induk lain karena dirancang untuk menghadapi tantangan perang modern.
Dengan mengerahkan kapal induk terbesar dan tercanggihnya juga mengandung pesan strategis.
Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya tangkal (deterrence) terhadap Iran di tengah ketegangan terkait program nuklir dan aktivitas militernya.
Amerika Serikat ingin menunjukkan kesiapan untuk merespons jika terjadi eskalasi konflik, sekaligus melindungi kepentingan dan sekutunya di wilayah tersebut, termasuk Israel dan negara-negara Teluk.
Dengan demikian, keberadaan USS Gerald R Ford di Timur Tengah bukan hanya soal kesiapan tempur, tetapi juga bagian dari pesan politik dan strategi negosiasi di tengah situasi kawasan yang masih sensitif.
Baca juga: Ketegangan Memanas di Teluk, Iran Klaim Kapal Induk AS Abraham Lincoln Kabur Setelah Dihantam Drone
Baca juga: Khutbah Jumat oleh Abana Rahmat Fajri : Jangan Lupa Memikirkan Cara Pulang yang Terbaik
Baca juga: Bank Aceh Salurkan Zakat Karyawan Rp1,43 Miliar Melalui Baitul Mal
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Iran
Amerika Serikat
serangan rudal
Kapal Induk
Kapal Induk USS Gerald R Ford Terbakar
Kapal Induk USS Gerald R Ford
Centcom
Konflik Amerika vs Iran
kapal induk amerika terbakar
| Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Dibuka Selama AS Masih Blokade Laut |
|
|---|
| DonaldTrump Mendadak Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran |
|
|---|
| Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, IRGC Tuding AS Blokade Laut |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Turun Usai Iran Buka Akses Selat Hormuz, Trump Ucap Terima Kasih |
|
|---|
| Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Donald Trump Hadapi Pilihan Sulit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Kapal-Induk-USS-Gerald-R-Ford-melintasi-Selat-Gibraltar-di-wilayah-operasi-Angkatan-Laut-AS.jpg)