Kamis, 11 Juni 2026

Berita Langsa

Antrean BBM di SPBU Harapan Langsa Ricuh Usai Magrib, Warga Protes Penghentian Pengisian

Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Harapan yang terletak di Jalan A Yani, Kota Langsa, mendadak ricuh setelah waktu salat magrib

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS/HO
KERUMUNAN DI SPBU - Kerumunan warga yang mengantre di SPBU Harapan Langsa saat berlangsungnya negosiasi antara pengelola SPBU, Senin (1/12/2025). Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Harapan yang terletak di Jalan A Yani, Kota Langsa, mendadak ricuh setelah waktu salat magrib 

Ringkasan Berita:
  • SPBU Harapan Langsa ricuh setelah warga memprotes penghentian sementara pengisian BBM usai waktu magrib.
  • Massa memukul botol dan merusak fasilitas ringan, namun kericuhan berhasil diredam oleh pengelola, polisi, dan TNI.
  • Pengisian BBM akan dilanjutkan esok pagi, sementara beberapa kendaraan tetap bertahan untuk menjaga antrean.

 

PROHABA.CO, KOTA LANGSA –  Warga Aceh mulai kesulitan mendapatkan BBM. 

Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Harapan yang terletak di Jalan A Yani, Kota Langsa, mendadak ricuh setelah waktu salat magrib pada Senin (1/12/2025).

Kericuhan terjadi ketika sejumlah warga yang mengantre untuk membeli pertalite menggunakan botol mineral melakukan protes keras kepada pihak pengelola SPBU.

Melansir informasi diperoleh Serambinews.com di lokasi menyebutkan bahwa warga tidak terima dengan rencana penghentian sementara pengisian BBM oleh pihak SPBU.

Sesuai prosedur, beberapa menit sebelum memasuki waktu salat magrib, SPBU memang menghentikan operasional penjualan BBM.

Namun, sebagian warga mengaku tidak mendengar pengumuman tersebut.

Situasi memanas ketika beberapa orang mulai memukul-mukul botol mineral sebagai bentuk protes.

Baca juga: Krisis BBM Makin Parah di Banda Aceh, Sejumlah SPBU Tutup Total

Baca juga: Banjir 2 Meter Lumpuhkan Kota Langsa, Warga Mengungsi ke Tempat Aman

Aksi itu memicu massa lain yang turut mengantre, sehingga suasana menjadi semakin tidak terkendali.

Sejumlah tong sampah dan plang besi pembatas jalur pengisian BBM sempat dibanting oleh warga yang marah.

Beruntung, mesin pengisian BBM tidak sampai dirusak karena pengelola SPBU segera menenangkan massa.

Aparat kepolisian dan anggota TNI berpakaian preman turut turun tangan meredam amarah warga.

Negosiasi berlangsung cukup alot, mengingat warga tetap bersikeras bahwa tidak ada pengumuman terkait batas waktu pengisian BBM, sementara SPBU mengklaim telah menyampaikan informasi tersebut sejak sore hari.

Hingga pukul 21.00 WIB, warga akhirnya mulai membubarkan diri dan situasi kembali kondusif.

SPBU Harapan memastikan bahwa penjualan BBM akan dilanjutkan kembali pada Selasa (2/12/2025) pagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved