Berita Banda Aceh
Geger, Warga Peulanggahan Banda Aceh Temukan Mayat Remaja 16 Tahun Dalam Toko
Warga Gampong Peulanggahan Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah toko pada Jumat siang.
Ringkasan Berita:
- Remaja berinisial FA (16) ditemukan meninggal di dalam sebuah toko di Gampong Peulanggahan, Banda Aceh.
- Korban ditemukan dengan mulut berbusa dan berdarah dari hidung, setelah saksi membuka paksa pintu kamar.
- Keluarga menolak visum, dan jenazah langsung dibawa pulang ke Gampong Blang untuk dimakamkan.
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Warga Gampong Peulanggahan Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah toko pada Jumat siang.
Kejadian tersebut menggemparkan lingkungan setempat lantaran korban masih berusia 16 tahun.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, melalui Kasi Humas Iptu Erfan Gustiar membenarkan penemuan tersebut, Sabtu (6/12/2025).
“Benar, warga menemukan mayat laki-laki berinisial FA (16), warga Gampong Blang, Kecamatan Meuraxa, di dalam sebuah toko,” ujar Erfan.
Penemuan tersebut bermula ketika saksi, Marandi Setyadi, hendak melaksanakan salat Jumat.
Ia memanggil korban yang berada di dalam toko, namun tidak mendapat respons meski telah mengetuk pintu beberapa kali.
Merasa curiga, saksi kemudian membuka paksa pintu kamar.
Baca juga: Bupati Aceh Selatan Menunaikan Umrah di Tengah Banjir, Memicu Kritik dan Sanksi
“Setelah pintu terbuka, saksi melihat korban dalam posisi tertidur dengan kondisi mulut berbusa serta mengeluarkan darah dari hidung,” jelas Erfan.
Saksi kemudian menghubungi keluarga korban serta perangkat Gampong Peulanggahan, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kutaraja.
Piket Polsek Kutaraja bersama tim Satreskrim Polresta Banda Aceh segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Atas permintaan keluarga, jenazah segera dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Blang, Kecamatan Meuraxa, untuk dimakamkan.
Pihak keluarga juga menyatakan penolakan terhadap tindakan Visum et Repertum.
“Pihak keluarga menolak dilakukan visum,” tutup Erfan.
Kematian mendadak remaja tersebut masih menyisakan tanda tanya bagi warga sekitar.
| Wagub Aceh Pimpin Rakor Percepatan Pemulihan Pascabencana, Soroti Sinkronisasi Data dan Huntap |
|
|---|
| Matikan Lampu Kamar Kos, Sepasang Muda-Mudi di Banda Aceh Digerebek Warga |
|
|---|
| Satpol PP-WH Banda Aceh Gelar Patroli Sikat, Pasangan Nonmuhrim Ditertibkan di Lamnyong |
|
|---|
| Pergub JKA Dicabut, Gubernur Mualem Nyatakan Rakyat Aceh Sudah Bisa Berobat Seperti Biasa |
|
|---|
| Satpol PP-WH Sidak Coffee Shop di Banda Aceh, Temukan Karyawan Wanita Masih Meeting Dini Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Ilustrasi-jenazah-Seorang-anggota-kepolisian-di-Bandar-Lampung-ditemukan-tewas.jpg)