Selasa, 19 Mei 2026

Banjir Aceh

Wali Nanggroe: Banyak Negara Siap Bantu Aceh, Terkendala Status Darurat Nasional

Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, mengungkapkan bahwa dirinya telah banyak dihubungi oleh duta besar dari sejumlah negara sahabat

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
BANTUAN BANJIR - Wali Nanggroe Aceh, PYM Malik Mahmud Al-Haythar mengaku dirinya banyak dihubungi oleh duta dari luar negeri untuk memberikan bantuan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh. Wali Nanggroe: Banyak Negara Siap Bantu Aceh, Terkendala Status Darurat Nasional 

Kita melihat sendiri, kalau tidak ada negara-negara luar membantu, sampai 20 tahun pun Aceh masih akan bergelut dengan lumpur,” ujar Darwis.

Menurut Darwis, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi saat ini tidak terlepas dari faktor ulah manusia, terutama pembabatan hutan secara masif.

Ia menilai bahwa pengambilan kayu dari kawasan hutan tanpa pengelolaan yang baik telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang berdampak langsung pada bencana hidrometeorologi.

“Kita harap kepada Pemerintah Pusat, kalau memang tidak sanggup, maka buka pintu internasional untuk membantu Aceh dan Sumatera Barat,” pungkasnya.

Baca juga: Korban Banjir dan Longsor Aceh Meninggal Capai 430 Orang, Ribuan Rumah dan Infrastruktur Rusak Parah

Jumlah korban banjir Aceh

Sementara itu, jumlah korban akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh terus bertambah.

Berdasarkan data Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh yang diperbarui pada Minggu (14/12/2025) pukul 19.00 WIB, tercatat sebanyak 430 orang meninggal dunia dan 32 orang masih dinyatakan hilang.

Juru Bicara Posko Komando Tanggap Darurat, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem tersebut telah melanda 18 kabupaten/kota, mencakup 225 kecamatan dan 3.678 gampong di seluruh Aceh.

“Korban terdampak tercatat sebanyak 518.724 kepala keluarga atau 1.984.018 jiwa,” kata Murthalamuddin.

Selain korban meninggal dan hilang, tercatat sebanyak 3.845 orang mengalami luka ringan dan 474 orang lainnya luka berat.

Hingga kini, tim gabungan dari berbagai unsur masih melakukan evakuasi, distribusi bantuan, serta pencarian korban hilang di sejumlah lokasi terdampak.

Jumlah pengungsi saat ini mencapai 2.185 titik pengungsian dengan total 129.794 kepala keluarga atau 474.962 jiwa yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Kerusakan infrastruktur dilaporkan sangat signifikan, meliputi 258 unit perkantoran, 287 tempat ibadah, 305 sekolah, 206 rumah sakit dan puskesmas, serta 431 pondok pesantren.

Di sektor transportasi, bencana tersebut merusak 461 titik badan jalan dan 332 jembatan.

Sementara kerusakan harta benda mencakup 164.906 unit rumah, 186.868 ekor ternak, 89.337 hektare sawah, 21.860 hektare kebun, dan 40.328 hektare tambak.

(Serambinews/Indra Wijaya)

Baca juga: Menggunakan Heli ke Rumah Singgah BFLF, Kisah Persalinan Darurat Saat Banjir Sedang Menerjang Aceh

Baca juga: Muzakarah Ulama Se-Aceh Desak Presiden Tetapkan Banjir dan Longsor sebagai Bencana Nasional

Baca juga: Gubernur Aceh Larang Pengambilan Kayu Hanyut di Lokasi Bencana Banjir

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved