Selasa, 12 Mei 2026

Ramadhan 2026

Besok Mulai Puasa, Hilal Belum Terlihat di Aceh

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh memastikan 1 Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi jatuh pada hari Kamis (19/2/2026) besok

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Serambinews/Hendri
ÀMATI HILAL - Warga mengamati hilal melalui teleskop di Gedung Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa (17/2/2026) sore. Karena hilal tak terlihat, 1 Ramadhan 1447 Hijriah dipastikan jatuh pada Kamis (19/2/2026) besok. (Serambinews/Hendri) 
Ringkasan Berita:
  • Kemenag Aceh pastikan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, karena hilal tidak terlihat di seluruh Indonesia.
  • Data tim falakiah menunjukkan posisi hilal minus di bawah ufuk, sehingga bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari.
  • Masyarakat diimbau menjaga persatuan dan mengikuti keputusan pemerintah, agar tidak terjebak dalam perbedaan pendapat soal penetapan awal Ramadhan.

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh memastikan 1 Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi jatuh pada hari Kamis (19/2/2026) besok, bukan Rabu hari ini.

Hal itu dipastikan berdasarkan hasil pemantauan langsung di Gedung Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, Selasa (17/2/2026) petang.

Kondisi tersebut juga diperkuat dengan data dari tim Falakiah Kemenag Aceh.

Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyampaikan, berdasarkan perhitungan, posisi hilal pada 29 Syakban 1447 H masih berada di bawah ufuk (horizon), sehingga dipastikan tidak mungkin dapat diamati.

“Sebagaimana yang telah kita informasikan beberapa hari lalu bahwa kondisi hilal hari ini minus di bawah ufuk.

Maka, bisa dipastikan tidak tampak,” kata Azhari saat diwawancarai.

“Kondisi ini seluruh Indonesia, mulai dari Aceh sampai Papua berada di bawah ufuk,” terangnya. 

Meski data tim falakiah memastikan hilal tidak terlihat, tetapi, kata Azhari, rukyatulhilal (pemantauan hilal) tetap menjadi acuan dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk bulan Ramadhan.

Baca juga: Hilal Awal Ramadhan 1447 H di Aceh Tidak Terlihat, 1 Ramadhan Diperkirakan 19 Februari 2026

“Walaupun dipastikan (hilal) tidak tampak, (rukyatul hilal) ini dilakukan sebagai edukasi pembelajaran bahwa ketika hilal tidak tampak, maka Syakban itu digenapkan 30,” ujarnya.

“Jadi, puasa nanti di hari Kamis,” lanjutnya.

Untuk itu, Azhari, mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan dalam menjalankan ibadah puasa dan tidak terjebak dalam perbedaan pendapat (khilafiah) yang kerap muncul setiap penetapan awal Ramadhan.

Imbauan ini disampaikan sebagai upaya memperkuat kebersamaan umat dalam menjalankan ibadah.

ÀMATI HILAL - Warga mengamati hilal melalui teleskop di Gedung Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa (17/2/2026) sore. Karena hilal tak terlihat, 1 Ramadhan 1447 Hijriah dipastikan jatuh pada Kamis (19/2/2026) besok. (Serambinews/Hendri)
ÀMATI HILAL - Warga mengamati hilal melalui teleskop di Gedung Observatorium Tgk Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa (17/2/2026) sore. Karena hilal tak terlihat, 1 Ramadhan 1447 Hijriah dipastikan jatuh pada Kamis (19/2/2026) besok. (Serambinews/Hendri) 

“Biasanya ada perbedaan itu memang dinamika dalam masyarakat.

Cuma, karena kita masyarakat awam, belum kita paham soal hisab/rukyat, lebih baik kita mengikuti pengumuman dari pemerintah,” jelasnya.

Ketua Tim Falakiah Kanwil Kemenag Aceh, Alfi rdaus Putra, menjelaskan bahwa secara rinci, Matahari terbenam pada 29 Syakban pukul 18.52 WIB dengan azimut 258 derajat.

Baca juga: Awal Puasa Ramadhan 2026, Ini Tanggalnya dan Jadwal Sidang Isbat

Sementara itu, bulan telah lebih dahulu terbenam sebelum waktu magrib, yakni pukul 18.48 WIB dengan azimut 257 derajat dari utara searah jarum jam.

Ia menjelaskan, Matahari terbenam pada posisi 258 derajat, posisi hilal di markaz rukyat Observatorium Tgk.

Chiek Kuta Karang, Lhoknga, berada pada minus 0,97 derajat di bawah ufuk dengan elongasi 0,93 derajat.

Untuk wilayah Indonesia lainnya, hilal juga masih berada di bawah ufuk, yakni antara minus 1 derajat di wilayah Sumatra hingga minus 2,4 derajat di wilayah Papua.

“Dengan posisi minus seperti ini, dapat kita dipastikan hilal tidak mungkin terlihat di Aceh maupun di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, bulan Syakban 1447 H harus diistikmalkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026,” jelasnya. 

(Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Baca juga: 5 Manfaat Timun untuk Hipertensi, Turunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami

Baca juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Kurma saat Buka Puasa, Dari Pencernaan Lancar hingga Jaga Kesehatan Jantung

Baca juga: Militer AS Bersiap Hadapi Iran dengan Opsi Serangan Udara dan Laut, Tinggal Tunggu Perintah

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved