Rabu, 20 Mei 2026

Berita Aceh Timur

19 Nelayan Aceh Timur Ditangkap Otoritas Thailand, Pemkab Surati Kemenlu

Sebanyak 19 nelayan asal Aceh Timur kembali ditangkap oleh otoritas Thailand pada Rabu (11/3/2026). Mereka ditangkap karena diduga melanggar batas

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
KAPAL NELAYAN - Kapal nelayan KM. Anak Manja 02 saat berlayar di Kuala Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur beberapa waktu lalu. Sebanyak 19 nelayan asal Aceh Timur kembali ditangkap oleh otoritas Thailand pada Rabu (11/3/2026). Mereka ditangkap karena diduga melanggar batas wilayah dan memasuki zona perairan Thailand. (Serambinews.com/HO) 

Kabar penangkapan ini terkonfirmasi setelah pengurus kapal mendatangi kantor Pelayanan Kesyahbandaraan pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Untuk melaporkan hilangnya kontak dengan armada mereka yang ternyata sudah ditangkap otoritas asing.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi Ermansyah, menjelaskan kronologis tertangkapnya kapal tersebut setelah informasi dari pengurus kapal, dan setelah dicek laporan itu ternyata dua kapal yang berlayar itu yakni Kapal Motor atau KM Anak Manja 02 dan KM Jalur Gaza

Jalur Gaza  berangkat tanpa melakukan prosedur Port Clearance atau tidak mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

"Kami periksa tidak ada SPB dan tidak ada laporan ke kami mereka akan berlayar," tuturnya.

KM Jalur Gaza dilaporkan ditangkap terlebih dahulu pada Rabu (11/3/2026) sekiranya pukul 01.00 WIB dini hari. 

Dua jam berselang sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, KM. Aneuk Manja 02 turut diamankan oleh petugas Thailand.

"Pengurus kapal sempat tersambung dengan Nakhoda KM Anak Manja 02 pada Rabu malam pukul 19.30 WIB. 

Saat itu, posisi kapal dilaporkan sudah berada 15 mil dari Phuket, Thailand, dalam pengawalan petugas setempat," jelas Ermansyah.

Pihak PPN Idi dan Syahbandar saat ini terus melakukan koordinasi, dengan pihak keluarga dan pengurus agar melengkapi dokumen yang diperlukan. 

Mereka juga sudah melaporkan hal ini kepada Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky

"Kami terus berkomunikasi dengan pengurus kapal untuk mengumpulkan informasi dan data akurat, agar dapat dilaporkan ke tingkat pusat," paparnya.

(Serambinews.com/Maulidi Alfata)

Baca juga: Pengungsi Banjir Dirikan Tenda Darurat di Kantor Bupati, Mukhlis Siapkan Hunian Sementara

Baca juga: Iran Buru 11.000 Tentara Amerika di Timur Tengah, Warga Diminta Laporkan Keberadaan Mereka

Baca juga: Tujuh Nelayan Aceh Timur Ditangkap Otoritas Myanmar

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com 

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved