Mutiara Ramadhan
Panggilan Keimanan di Bulan Ramadhan
Keimanan berada di dalam jiwa. Maka, yang terpanggil untuk melaksanakan ibadah puasa adalah jiwa dan keimanan.
Oleh: K.H. Sabaruddin, Lc.
PROHABA.CO - Berkaitan dengan bulan suci Ramadhan, jika kita melihat ayat yang diturunkan, itu adalah panggilan keimanan: “Wahai orang-orang yang beriman.”
Artinya, yang dipanggil bukan fisiknya, melainkan jiwanya.
Keimanan berada di dalam jiwa. Maka, yang terpanggil untuk melaksanakan ibadah puasa adalah jiwa dan keimanan.
Ada seorang ulama yang memberi ilustrasi menarik.
Ketika datang bulan suci Ramadhan, beliau membaca Surah Al-Fil.
Surah ini menceritakan pasukan bergajah yang dipimpin Raja Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah.
Abrahah disimbolkan sebagai kesombongan dan keangkuhan.
Sedangkan Ka’bah dipertahankan oleh Abdul Muthalib sebagai simbol ketekunan dan ketakwaan.
Burung Ababil yang melemparkan batu menjadi simbol keadilan Allah dalam menghancurkan kesombongan tersebut.
Dari sini kita belajar bahwa dalam diri manusia juga ada “Baitullah”, yaitu hati.
Hati adalah pusat spiritualitas dan niat.
Memasuki Ramadhan, banyak orang lebih menjaga fi siknya, tetapi kurang menjaga hatinya.
Padahal, yang paling penting ditingkatkan adalah spiritualitas dan keimanan.
Baca juga: Sabar: Ibadah Sunyi yang Pahalanya Besar
Intelektualitas juga penting, dengan memperbanyak membaca dan menghadiri kajian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Sabaruddin-09.jpg)