Mutiara Ramadhan
Panggilan Keimanan di Bulan Ramadhan
Keimanan berada di dalam jiwa. Maka, yang terpanggil untuk melaksanakan ibadah puasa adalah jiwa dan keimanan.
Jangan menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah.
Kedua, ketika semangat menurun, jangan tinggalkan yang wajib.
Jika kondisi iman naik, sempurnakan dengan amalan sunah.
Ketiga, lakukan secara bertahap dan konsisten.
Amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit.
Keempat, perbanyak bermajelis dan berinteraksi dengan orang-orang saleh. Lingkungan sangat memengaruhi kualitas ibadah.
Terakhir, yakini bahwa tidak semua orang bisa bertemu Ramadhan.
Bisa jadi, ini adalah Ramadhan terakhir kita, maka maksimalkanlah.
Rasulullah senantiasa memotivasi sahabat sebelum Ramadhan tiba.
Ramadhan adalah bulan ampunan, rahmat, dan magfirah.
Untuk mendapatkannya, tidak cukup hanya menahan lapar dan dahaga. Ada ibadah malam seperti shalat Tarawih dan qiyamul lail, ada puasa di siang hari, dan banyak amalan lainnya.
Di samping itu, penting mempelajari fikih Ramadhan sebelum memasuki bulan suci, agar ibadah kita benar dan maksimal.
Ramadhan harus menjadi momentum meningkatkan spiritualitas dan intelektualitas.
Jangan sampai Ramadhan hanya diisi dengan tidur tanpa menjaga shalat. Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini kita maksimalkan
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-11 Ramadhan, Diampuni Dosa Seperti Bayi Baru Lahir
Baca juga: Khutbah Jumat oleh Abi Yusuf Ahmad : Berburu Pahala di Bulan yang Penuh Berkah
Baca juga: Khutbah jumat di Masjid Agung Ruhama - Tgk Ihsan Harun, MA Uraikan Hikmah Isra’ dan Mikraj
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Sabaruddin-09.jpg)