Berita Kriminal
Tragedi Malam Lebaran: Suimih Dibunuh dan Dimutilasi Suami Siri di Samarinda
Lima jam sebelum umat Muslim melaksanakan shalat Eid, seorang perempuan bernama Suimih binti Chamim (35) meregang nyawa di tangan suami sirinya
Ringkasan Berita:
- Suimih binti Chamim (35), seorang IRT asal Pemalang, tewas dibunuh dan dimutilasi oleh suami sirinya J alias W (35) bersama rekannya R (56) di Samarinda.
- Pelaku mengaku sakit hati karena difitnah korban serta ingin menguasai harta benda berupa sepeda motor dan handphone.
- Jasad korban ditemukan warga pada 21 Maret 2026, dan kurang dari 12 jam kemudian kedua pelaku berhasil ditangkap polisi.
PROHABA,CO - Samarinda diguncang oleh sebuah tragedi mengerikan di malam Idulfitri 1447 Hijriah.
Lima jam sebelum umat Muslim melaksanakan shalat Eid, seorang perempuan bernama Suimih binti Chamim (35) meregang nyawa di tangan suami sirinya, inisial J alias W (35).
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar Pukul 02.30 Wita, di Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Suimih, seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Pemalang, Jawa Tengah, yang merantau ke Samarinda, tinggal di Jalan Perjuangan, Kecamatan Sungai Pinang.
Ia dikenal sebagai sosok sederhana.
Sedangankan suami sirinya J alias W, merupakan warga Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Namun, nasib tragis menimpanya ketika sang suami siri bersama seorang perempuan berinisial R (56) merencanakan pembunuhan yang berujung pada mutilasi tubuh korban.
Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar mengatakan kedua pelaku ditangkap Minggu (22/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.
Penangkapan kedua pelaku hanya berkisar 12 jam dari penemuan jasad korban pada Sabtu (21/3/2026) sekira pukul 13.30 WITA.
"Kedua pelaku ditangkap kurang dari 12 jam setelah penemuan jasad korban," kata Hendri dalam konferensi pers di Aula Mako Polresta Samarinda, Minggu (22/3/2026).
Baca juga: Yanti Tega Bunuh dan Mutilasi Ibu dan Anak Kandungnya, Aksinya Dibantu Ayah Kandung
Motif di Balik Pembunuhan
Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar, menjelaskan bahwa motif pembunuhan ini berlapis.
Pertama, kedua pelaku mengaku sakit hati karena merasa difitnah oleh korban.
Suimih disebut kerap menuduh J dan R memiliki hubungan terlarang.
“Ya karena kita difitnah-fitnah terus,” ucap J dalam sebuah video pengakuan yang beredar dilansir dari Tribunkaltim.co.
| Berawal dari Kecurigaan Sang Ibu, Dugaan Pencabulan Anak oleh Vokalis Band di Kendari Terbongkar |
|
|---|
| Misteri Kematian Wanita Boyolali Usai Santap Sate Kiriman Ojol, Polisi Dalami Dugaan Keracunan |
|
|---|
| Tragis! Mama Muda 24 Tahun di Konawe Selatan Tewas Diduga Dianiaya Suami dengan 28 Luka Memar |
|
|---|
| Tergiur Upah Rp1 Juta, IRT Karanganyar Nekat Selundupkan Sabu ke Lapas Sragen Saat Besuk Suami |
|
|---|
| Polisi Karawang Tangkap Security Hotel Pelaku Pencabulan Bocah 5 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Inafis-Polresta-Samarinda-evakuasi-potongan-tubuh-di-Samarinda.jpg)