Rabu, 22 April 2026

Kasus Penipuan

Waspada! Penipuan Jemaah Haji Marak, Modus Minta Pembaruan Data via Telepon

Kasus dugaan penipuan yang menyasar calon jemaah haji kembali marak terjadi, termasuk di Kabupaten Sukabumi.

Editor: Muliadi Gani
Foto Pakai AI
ILUSTRASI PENIPUAN - Foto dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI dengan Copilot. Waspada! Penipuan Jemaah Haji Marak, Modus Minta Pembaruan Data via Telepon. (Foto Pakai AI) 
Ringkasan Berita:
  • Sekitar 20 calon jemaah haji di Kabupaten Sukabumi hampir menjadi korban penipuan bermodus pengumpulan data
  • Pelaku menghubungi korban via telepon atau aplikasi palsu untuk mencuri data pribadi dan akses rekening
  • Pihak Kantor Haji dan Umrah mengimbau masyarakat waspada dan tidak mudah memberikan data ke pihak tidak dikenal

 

PROHABA.CO, SUKABUMI - Kasus dugaan penipuan yang menyasar calon jemaah haji kembali marak terjadi, termasuk di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Kantor Haji dan Umrah setempat, Abdul Manan, mengungkapkan bahwa sedikitnya 20 orang calon jemaah haji diduga hampir menjadi korban praktik penipuan dengan berbagai modus yang semakin canggih.

Menurut Abdul Manan, pelaku umumnya menghubungi korban melalui sambungan telepon dengan dalih pembaruan data atau perbaikan sistem administrasi haji.

Dalam percakapan tersebut, pelaku kemudian meminta data pribadi penting seperti KTP dan dokumen lainnya.

Modus ini tidak hanya terjadi di Sukabumi, tetapi juga dilaporkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

“Biasanya pelaku mengaku membantu proses pembaruan data.

Jika jemaah merasa kesulitan atau berada jauh dari kantor, mereka menawarkan bantuan secara daring,” ujar Abdul Manan, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan bahwa setelah mendapatkan data, pelaku berupaya mengakses informasi pribadi korban yang berpotensi digunakan untuk tindakan pencurian.

Tak hanya melalui telepon, pelaku juga menggunakan cara lain dengan mengirimkan tautan atau aplikasi tertentu untuk diunduh oleh korban.

Setelah aplikasi tersebut terpasang di ponsel, pelaku dapat mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh.

Baca juga: Mualem: Penyesuaian JKA Tak Ubah Komitmen Keadilan Sosial dan Nilai Perjuangan

Baca juga: Korban Penipuan CPNS Bodong Tolak Tawaran Ganti Rugi Rp 500 Juta dari Nia Daniaty

Hal ini memungkinkan pelaku mengakses data penting, termasuk informasi perbankan dan rekening milik korban.

Abdul Manan menyebutkan bahwa kasus serupa juga terjadi di wilayah Cianjur, di mana seorang jemaah dilaporkan mengalami kerugian hingga sekitar Rp20 juta akibat modus tersebut.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya calon jemaah haji, agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital.

Ia pun mengimbau para calon jemaah haji untuk tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

Jika menerima panggilan mencurigakan, masyarakat diminta segera mengakhiri komunikasi dan mengonfirmasi langsung ke kantor resmi haji dan umrah.

“Jangan mudah percaya.

Jika ada hal mencurigakan, segera tutup telepon atau hubungi kantor kantor haji dan umrah untuk memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Pihak Kantor Haji dan Umrah Sukabumi berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan, sehingga tidak ada lagi korban penipuan yang merugikan, terutama menjelang musim pemberangkatan haji.

Baca juga: Ibu Bhayangkari di Pekanbaru Pinjam Banyak Akun Modus Kredit iPhone, Guru TK Rugi Rp270 Juta

Baca juga: Waspada Penipuan Digital Bermodus Scam Coretax, Praktisi IT Bongkar Ciri Pesan yang Kuras Saldo

Baca juga: Dua Remaja Bireuen Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Peudada

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved