Rabu, 17 Juni 2026

Tahukah Anda

Waspada Lingkar Leher Besar Bisa Jadi Masalah Kesehatan Serius

Tahukah anda, ternyata ukuran leher bukan hanya soal penampilan, tapi juga bisa menjadi petunjuk penting bagi kondisi kesehatan tubuh.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FREEPIK/STUDIOREDCUP
ILUSTRASI OBESITAS - Ilustrasi obesitas. Seseorang dengan lingkar leher besar bisa menjadi indikator sejumlah masalah kesehatan serius pada dirinya.  

PROHABA.CO -  Tahukah anda, ternyata ukuran leher bukan hanya soal penampilan, tapi juga bisa menjadi petunjuk penting bagi kondisi kesehatan tubuh. 

Selama ini dokter lebih sering mengukur indeks massa tubuh (BMI) atau rasio pinggang-pinggul untuk menilai risiko penyakit.

Leher yang lebih tebal memang terlihat kuat, seperti atlet tinju atau pemain rugby, tetapi faktanya bisa menjadi sinyal adanya risiko serius. 

Lingkar leher yang besar selama ini kerap dikaitkan dengan kesan kuat atau atletis.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ukuran leher justru bisa menjadi indikator serius kondisi kesehatan seseorang.

Studi dari Ahmed Elbediwy dan Nadine Wehida dari Kingston University menemukan bahwa lingkar leher yang melebihi batas normal berkaitan erat dengan risiko sejumlah penyakit berbahaya --termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, gagal jantung, dan gangguan tidur seperti obstructive sleep apnoea.

Selama ini, dokter lebih sering menggunakan body mass index (BMI) atau rasio pinggang-pinggul untuk menilai status kesehatan.

Namun, BMI dinilai tidak cukup akurat, karena tidak memperhitungkan distribusi lemak di tubuh.

Masalahnya, BMI tidak selalu akurat. Seorang binaragawan bisa saja memiliki BMI tinggi, tapi jelas bukan obesitas.

Di sinilah ukuran lingkar leher memberi informasi tambahan.

Baca juga: Lingkar Pinggang Besar, Ancaman bagi Kesehatan, Berikut Penjelasannya

Menurut penelitian Ahmed Elbediwy dan Nadine Wehida dari Kingston University, orang dengan leher lebih besar relatif terhadap ukuran tubuhnya berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit serius. 

Hal ini berkaitan dengandistribusi lemak, terutama di bagian atas tubuh.

“Lemak di sekitar tubuh bagian atas melepaskan asam lemak ke dalam darah, yang bisa mengganggu cara tubuh mengatur kolesterol, gula darah, hingga ritme jantung,” jelas para peneliti tersebut.

Dengan kata lain, lingkar leher dapat menjadi ‘cermin’ dari lemak visceral, lemak berbahaya yang menyelimuti organ tubuh.

Bukti ilmiah menunjukkan, orang dengan lingkar leher lebih besar punya risiko lebih tinggi terhadap penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi; fibrilasi atrium; gagal jantung; diabetes tipe 2; dan gangguan tidur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved