Luar Negeri
Untuk Bisa Menikah, Perempuan Iran Harus Punya Sertifikat Perawan
Di Iran, perawan sebelum menikah adalah status yang penting bagi banyak perempuan dan keluarga mereka. Bahkan, kaum pria terkadang meminta sertifikat
Mariam sempat mencoba bunuh diri, tapi gagal.
Dia dilarikan ke rumah sakit tepat pada waktunya dan berhasil selamat.
“Saya tidak pernah melupakan hari-hari kelam itu.
Berat badan saya menyusut 20 kg pada waktu itu,” kata dia.
Akhiri tes keperawanan Kisah Maryam dialami banyak perempuan lainnya di Iran.
Berstatus perawan sebelum menikah masih amat penting bagi banyak perempuan dan keluarga mereka.
Hal itu berakar pada konservatisme budaya.
Namun, baru-baru ini keadaan mulai berubah.
Baca juga: Menangis saat Ngajak Balikan Aurel Hermansyah, Atta Halilintar: Kalau soal Hati Laki-laki Lembek!
Sejumlah perempuan dan pria di Iran berkampanye untuk mengakhiri tes keperawanan.
November 2021 lalu, sebuah petisi daring menerima hampir 25.000 tanda tangan dalam waktu sebulan.
Inilah pertama kalinya tes keperawanan ditentang secara terbuka oleh sekian banyak orang di Iran.
“Praktik itu adalah pelanggaran privasi dan memalukan,” kata Neda.
Ketika Neda masih pelajar berusia 17 tahun di Teheran, keperawanannya hilang setelah berhubungan seks dengan pacarnya.
“Saya panik. Saya takut apa yang akan terjadi jika keluarga saya tahu,” katanya.
Di tengah kepanikannya, Neda memutuskan untuk memperbaiki selaput daranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Lembaran-pengesahan-pernikahan-mutah-di-Iran.jpg)