Luar Negeri

Untuk Bisa Menikah, Perempuan Iran Harus Punya Sertifikat Perawan

Di Iran, perawan sebelum menikah adalah status yang penting bagi banyak perempuan dan keluarga mereka. Bahkan, kaum pria terkadang meminta sertifikat

Editor: Muliadi Gani
Untuk Bisa Menikah, Perempuan Iran Harus Punya Sertifikat Perawan
MEI.EDU
Lembaran pengesahan pernikahan mut'ah di Iran.

PROHABA.CO, TEHERAN - Di Iran, perawan sebelum menikah adalah status yang penting bagi banyak perempuan dan keluarga mereka.

Bahkan, kaum pria terkadang meminta sertifi kat keperawanan pada calon istrinya.

Praktik ini telah dianggap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan semakin banyak warga yang menentangnya selama setahun terakhir.

“Kamu tidak perawan. Kamu menipu saya sehingga saya menikahimu.

Tak ada orang yang mau menikahimu jika mereka tahu apa yang sebenarnya.

Ini adalah pernyataan suami Mariam kepadanya setelah mereka berhubungan seks untuk pertama kali.

Namun, Mariam berkeras meyakinkan suaminya bahwa dirinya tidak pernah berhubungan seks dengan lelaki lain, meskipun alat kelaminnya tidak mengeluarkan darah karena selaput dara yang pecah.

Suami Mariam tidak percaya dan meminta Mariam untuk mendapatkan sertifikat keperawanan.

Ini bukan hal yang janggal di Iran. Banyak perempuan mendatangi dokter setelah menikah guna menjalani tes yang membuktikan bahwa mereka tidak pernah berhubungan seks.

Akan tetapi, menurut WHO, tes keperawanan tidak ada landasan ilmiahnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved