Tahukah Anda
Agar Populer, Kota Terpencil di Jepang Jual Daging Beruang
Dalam upaya untuk mempopulerkan diri,sebuah kota terpencil di Jepang memiliki ide baru,yakni menjual daging beruang liar hasil tangkapan pemburu lokal
Ia menambahkan, daging beruang hasil tangkapan perangkap lebih enak dibanding hasil tembakan.
Pasalnya, beruang liar yang tewas tertembak akan mengalirkan darah sehingga rasa dagingnya kurang lezat.
Baca juga: Buaya Kembali Muncul di Lae Souraya Kota Subulussalam, Jadi Tontonan Warga
Baca juga: WOW, Satpol PP dan WH Aceh Temukan Penjualan Daging Babi di Peunayong
Serangan beruang terhadap manusia merupakan masalah yang semakin meningkat di kawasan pedesaan di Jepang.
Karena kekurangan pangan di habitatnya di pegunungan, hewan ini pun menjelajah ke kawasan penduduk untuk mencari makan.
Menurut data pemerintah, pada 2022, 75 orang di Jepang terluka akibat pertemuan dengan beruang.
Dua di antara mereka tewas, dan salah satu kematian terjadi di Akita.
Sato mengatakan, sudah menjadi budaya lokal bagi para pemburu untuk berbagi hasil tangkapan langka dengan keluarga dan teman mereka, sehingga banyak warga Semboku yang pernah mencicipi daging beruang.
Meski banyak orang yang penasaran dengan pilihan langka yang disediakan mesin otomatis tersebut, tidak semuanya memutuskan untuk membeli.
Hiromi Katayama, yang berasal dari Prefektur Kyogo, termasuk yang tidak berminat.
“Saya bahkan tidak tahu cara memasaknya.
Tapi, menurut saya, ini unik bagi penduduk setempat dan saya tertarik untuk mengetahuinya,” jelasnya.
(Kompas. com/VOA Indonesia)
Baca juga: Buaya dan Kura-kura Paling Rentan Hadapi Kepunahan
Baca juga: Dimasuki Burung Hantu, Pustaka di Georgia Ditutup Berhari-hari
Baca juga: Pria di Kendal Diduga Tewas Gantung Diri Usai Bunuh Istri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/beruang-hitam.jpg)