Tahukah Anda

Tak Perlu Obat Tidur untuk Atasi Insomnia, Coba Lakukkan Hal Berikut Ini

Insomnia adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya sulit atau tidak bisa tidur sama sekali, meski memiliki kesempatan dan waktu yang cukup

Editor: Muliadi Gani
freepik
INSOMNIA - Ilustrasi seseorang yang insomnia. Insomnia yang terjadi sesekali bukanlah kondisi yang berbahaya. Insomnia masih menjadi gangguan tidur paling umum di dunia. Sekitar sepertiga orang dewasa mengalami kesulitan tidur yang dapat berdampak serius. 

PROHABA.CO - Kesulitan tidur adalah salah satu masalah yang bisa terjadi pada semua orang.

Masalah ini bisa menyebabkan gangguan pada fisik dan mental bila terus terjadi.  

Gelisah dan sulit tidur pada malam hari bisa menjadi tanda Anda mengalami insomnia.

 Ada beberapa cara mengatasi insomnia yang dapat dicoba agar tidur Anda lebih nyenyak dan berkualitas.

Dengan demikian, produktivitas Anda sehari-hari pun tidak terganggu.

Insomnia adalah kondisi yang menyebabkan penderitanya sulit atau tidak bisa tidur sama sekali, meski memiliki kesempatan dan waktu yang cukup untuk istirahat.

Insomnia yang terjadi sesekali bukanlah kondisi yang berbahaya. 

Insomnia masih menjadi gangguan tidur paling umum di dunia.

Sekitar sepertiga orang dewasa mengalami kesulitan tidur yang dapat berdampak serius, mulai dari kelelahan, gangguan konsentrasi, perubahan suasana hati, hingga risiko penyakit kronis.

Beragam metode telah digunakan untuk mengatasi gangguan ini—dari terapi perilaku kognitif (CBT), akupunktur, hingga perbaikan pola tidur. Namun, temuan ilmiah terbaru mengungkap satu solusi alami yang paling efektif.

Namun, apakah olahraga bisa menjadi salah satu solusinya? 

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Picu Hipertensi, Apa Saja Tanda-tandanya? Simak Penjelasan Dokter Berikut Ini

Jawabannya: ya, olahraga terbukti berpengaruh besar terhadap kualitas tidur.

Pertanyaannya, olahraga mana yang paling efektif?

Yoga peringkat tertinggi.

Sebuah metaanalisis terbaru yang diterbitkan di Jurnal Sleep and Biological Rhythms meninjau 30 uji coba terkontrol acak dengan melibatkan lebih dari 2.500 partisipan dari berbagainegara. 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

Merawat Damai dengan Cinta

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved