Minggu, 26 April 2026

Konflik Timur Tengah

AS dan Inggris bombardir Yaman imbas serangan Kelompok Houthi di Laut Merah

Amerika Serikat dan sekutunya Inggris sangat berambisi menghancurkan kekuatan milisi Houthi di Yaman dengan kembali membombardir Yaman dengan sejumlah

Editor: Muliadi Gani
USA Today
Kapal perang Angkatan Laut AS berhasil menembak jatuh drone milik kelompok Houthi Yaman. 

PROHABA.CO -  Amerika Serikat (AS) dan Inggris kembali melakukan serangan langsung ke wilayah Yaman.

Langkah ini dilakukan kedua negara untuk menggempur kelompok Houthi, yang telah melakukan serangan ke beberapa kapal dagang di Laut Merah.

Amerika Serikat dan sekutunya Inggris sangat berambisi menghancurkan kekuatan milisi Houthi di Yaman dengan kembali membombardir Yaman dengan sejumlah amunisi, hari Senin kemarin, 22 Januari 2024.

Militer AS dan Inggris melancarkan serangan di delapan lokasi berbeda di Yaman dengan dukungan dari empat negara meliputi Australia, Bahrain, Kanada dan Belanda.

Serangan militer AS dan Inggris ke Yaman kali ini menyasar situs penyimpanan bawah tanah Houthi serta sejumlah perlengkapan militer berbahaya.

Seorang pejabat militer senior AS, yang tak mau disebut namanya mengatakan aliansi tersebut menembakkan sekitar 25 hingga 30 amunisi, termasuk di antaranya berasal dari pesawat tempur yang bermarkas di kapal induk AS.

Baca juga: Sehari Setelah Houthi Tembakkan Rudal Jelajah, Kapal Kargo AS Terkena Rudal di Lepas Pantai Yaman

Ini merupakan serangan gelombang kedelapan aliansi AS dalam sebulan terakhir, namun masih belum bisa menghentikan serangan Houthi terhadap kapal-kapal kargo yang melintasi Laut Merah.

Meski belum mampu menghentikan aksi Houthi di Laut Merah, namun militer AS optimistik serangan mereka telah mampu melemahkan kemampuan kelompok tersebut.

"Serangan tersebut telah menurunkan kemampuan kelompok Houthi untuk melakukan serangan yang kompleks.

Diluncurkan dari daerah yang dikuasai Houthi, sebuah rudal menghantam kapal tanker komersial. Sebuah rudal jelajah berbasis darat yang ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi menghantam sebuah kapal tanker komersial.
Diluncurkan dari daerah yang dikuasai Houthi, sebuah rudal menghantam kapal tanker komersial. Sebuah rudal jelajah berbasis darat yang ditembakkan dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi menghantam sebuah kapal tanker komersial. (tangkapan layar Twitter/@GlobeEyeNews)

Kami mendapatkan efek yang diharapkan," kata pejabat militer AS kepada wartawan Pentagon.

Untuk saat ini pihak AS menolak untuk memberikan angka spesifik mengenai jumlah rudal, radar, drone atau kemampuan militer lainnya yang telah berhasil mereka hancurkan.

Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps bilang, serangan terbaru mereka merupakan bentuk pertahanan diri karena Houthi telah melakukan serangan terlebih dahulu terhadap kapal-kapal dagang di Laut Merah.

Baca juga: Polres Aceh Besar Tangkap Empat Pelaku Pencurian dalam Kasus Berbeda, Satu Orang Masih Dicari

Baca juga: Houthi Mengamuk di Laut Merah, Lancarkan Serangan ke Kapal AS dengan Drone dan Rudal

"Tindakan ini akan memberikan pukulan lain terhadap persediaan mereka yang terbatas dan kemampuan mereka mengancam perdagangan global," kata Shapps dalam pernyataan terbarunya hari Senin.

Presiden AS Joe Biden sebelumnya mengatakan aliansinya bersama Inggris dan empat negara lain tidak akan berhenti melancarkan serangan udara meskipun dirinya menyadari aksi itu tidak dapat menghentikan serangan Houthi.

Kelompok Houthi, yang menguasai wilayah terpadat di Yaman, mengatakan serangan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap warga Palestina ketika Israel menyerang Gaza.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved