Berita Pidie
Tujuh Bayi Temani Ibunya di Lapas Perempuan Sigli, Ini Alasannya
Warga binaan di Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas II B Sigli mencapai 160 orang. Diantara jumlah narapidana itu, ternyata tujuh penghuni lapas
Begitu juga, pelayanan kesehatan terhadap bayi dan ibunya, lapas bekerjasama dengan Puskesmas Kota Sigli.
Petugas puskesmas kota rutin setiap bulan bekunjung ke Lapas Perempuan Kelas II B Sigli.
Warga binaan memiliki bayi berasal dari Meulaboh dan Kota Banda Aceh.
" Di lapas kita memiliki perawat sendiri yang tiap saat memberikan pelayanan kesehatan, terhadap kesehatan bayi," kata Shinta.
Ia menyebutkan, saat ini jumlah warga binaan di lapas bertambah sejak beberapa bulan terakhir ini.
Penambahan itu terjadi karena adanya pemindahan warga binaan dari UPT Bereuen, Lhokseumawe, Takengon dan lainnya.
Kata Shinta, Lapas Perempuan Kelas II B Sigli tercatat lapas terbesar di Aceh.
Sehingga narapidana dari UPT kabupaten/kota di pindah ke lapas tesebut. (*)
Baca juga: Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas Mengapung di Pelabuhan Krueng Geukueh
Baca juga: Dua Kurir 1,6 Kg Sabu Ditangkap di Yogyakarta, Diperintah Napi Lapas Tanjungpinang
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kasihan, Tujuh Bayi Temani Ibunya di Lapas Perempuan Sigli, Tak Boleh Dirawat Keluarga,Ini Alasannya,
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Lapas Perempuan
Lapas Perempuan Sigli
Tujuh Bayi Temani Ibunya di Lapas Perempuan Sigli
Pidie
Prohaba.co
| Satresnarkoba Polres Pidie Jaya Ringkus Tujuh Tersangka Kasus Sabu dalam Operasi Antik 2026 |
|
|---|
| Gumpalan Mirip Awan Jatuh di Persawahan Pidie, Warga Heboh dan Ramai-ramai Menyaksikan |
|
|---|
| Setelah Sepekan, Pencarian Pendulang Emas Hilang di Sungai Cot Kuala Pidie Resmi Dihentikan |
|
|---|
| Diterjang Arus Deras Sungai Cot Kuala di Pidie, Tiga Pendulang Emas Terseret, Satu Masih Hilang |
|
|---|
| Polres Pidie Ungkap Kasus Curanmor, Tiga Pelaku Dibekuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/jebloskan-remaja.jpg)