Kamis, 18 Juni 2026

Khutbah Jumat

Akhlak Seorang Pemimpin

Pemimpin adalah individu yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi, membimbing, dan mengarah yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBI/M ANSHAR
MASJID RAYA BAITURRAHMAN - Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Ketua Komisi Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Bustami MD (insert), yang menjadi khatib Jumat di Masjid Raya Baiturrahman pada hari ini, 8 Agustus 2025, akan menyampaikan khutbah dengan judul ‘Akhlak Seorang Pemimpin.’ 

Tgk. H. Bustami MD

PROHABA.CO - Pemimpin adalah individu yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi, membimbing, dan mengarah yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan bersama.

Akhlak seorang pemimpin adalah seperangkat nilai dan prinsip moral yang seharusnya dimiliki dan diterapkan dalam prilaku seorang pemimpin.

Ini mencakup kejujuran, amanah, adil, bijaksana, sabar, rendah hati dan berempati.

Pemimpin yang berakhlak baik akan menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya dan mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

Beberapa akhlak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin:

1. Amanah {bertanggung jawab}

Seorang pimimpin harus  (naz) mampu memikul tanggung jawab atas tugas dan kewajibannya, serta dapat dipercaya dalam menjaga kepercayaan orang lain.

Firman Allah dalam Al-Quran Surat Annisa ayat 58 yang artinya “Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.”

Rasulullah bersabda yang artinya: “Sungguh, kamu akan menunaikah hak kepada ahlinya nanti di hari kiamat, sehingga kambing yang tidak bertanduk akan dibayar haknya dari kambing yang bertanduk.” (HR. Muslim)

Sabda Rasulullah saw dalam hadis lain yang artinya: “Tunaikan amanah kepada yang memberinya, dan jangan kamu khianat kepada orang yang pernah mengkhianatimu.” (HR. Imam Ahmad)

Diceritakan dari Ibnu Mas’ud bahwa mati syahid dapat mengkifartkan seluruh dosa kecuali amanah.

Seorang lelaki dipanggil nanti di hari kiamat padahal ia mati syahit.

Lalu dikatakan padanya ”tunaikan amanahmu, lalu ia menjawab bahwa ia sudah menunaikan seluruh amanah di dunia, Maka diperlihatkan kepadanya ada satu amanah di dasar neraka, lalu ia diturunkan ke dalam neraka dan di letakkan amanah itu atas bahunya.

Pada saat ia hendak keluar dari neraka bersama amanah yang pikulnya, maka ia jatuh kedasar neraka bersamanya.

2. Adil

Seorang pemimpin harus berlaku adil dalam memperlakukan semua yang dipimpinnya, tanpa memihak atau memberikan perlakuan istimewa kepada siapapun.

Keadilan menciptakan rasa kebersamaan dan kesetaraan.

Sabda Rasulullah saw yang artinya: Sesungguhnya Allah bersama qadhi yang adil selama tidak melakukan perbuatan menyimpang, apabila ia menyimpang maka Allah serahkan ia kepada dirinya sendiri (Allah tidak lagi membantunya).

3. Sidiq (jujur)

Seorang pemimpin harus jujur dalam perkataan dan perbuatan, serta dapat dipercaya.

Kejujuran adalah dasar dari kepercayaan dan kredibilitas seorang pemimpin. 

4. Mencintai kebenaran

Sebagai seorang yang akan memimpin orang lain, haruslah berpegang teguh kepada kebenaran yang sudah ditentukan Allah tanpa ada kompromi.

Allah mengaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 147 yang artinya: “Kebenaran berasal dari Tuhanmu, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.”

5. Ikhlas dan memiliki semangat pengabdian

Tak ada gunanya jika menjalankan roda kepemimpinan tanpa dilandaskan dengan rasa Ikhlas.

Jika hal itu terjadi, maka akan mencul tendensi-tendensi tertentu.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya korupsi.

Hendaknya seorang pemimpin hanya mengharapkan balasan terbaik dari Allah.

6. Bijaksana

Seoarang pemimpin harus mampu mengambil keputusan yang tepat dan mempertimbangkan segala aspek dalam setiap situasi.

Kibijaksanaan membantu pemimpin untuk menghindari kesalahan dan mengambil tindakan tepat dan sesuai. 

7. Sabar

Seorang pemimpin harus mampu menghadapi tantangan dan rintangan dangan sabar.

Kesabaran membantu pemimpin untuk tetap tenang dan fokus dalam mencapai tujuan.

8. Rendah Hati

Kerendahan hati memungkinkan seorang pemimpin untuk belajar dan menerima masukan dari orang lain

9. Kasih sayang dan empati kepada yang dipimpin

Kasih sayang akan melahirkan perhatian yang sempurna serta rela berkorban untuk menyejahterakan rakyat yang dipimpinnya.

Allah berfirman dalam QS Al-Fatah ayat 29 yang artinya: “Muhammad itu utusan Allah, sahabat-sahabnya itu amat keras dan tegas terhadap orang-orang kafir, namun lembut dan kasih sayang kepada sesama muslim,” Seorang pemimpin harus mampu memahami dan merasakan perasaan bawahan dan rakyatnya.

Empati membantu pemimpin untuk membangun hubungan yang kuat dengan yang dipimpinnya dan menciptakan lingkungan kerja yang suportif.

Seorang pemimpin bagaikan seorang ayah bagi rakyatnya.

Memimpin dengan penuh kasih sayang dan siap mengorban segalanya untuk membahagikan rakyatnya, bagaikan pengorbanan seorang ayah demi kebahagian keluarganya. 

Biarlah dirinya menderita asalkan anak dan keluraganya bahagia.

Saidina Umar bin Khatab berkeliling di tengah malam untuk mengetahui kondisi rakyatnya, tiba-tiba beliau mendapati seorang janda bersama anak yatim yang dtinggalkan sumainya karena mati syahid dalam sebuah peperangan.

Perempuan itu menyampaikan kepadanya bahwa mereka selama ini tidak pernah mendapat perhatian dan bantuan dari khalifah Umar. 

Dan ia tidak tau kalau orang yang sedang berbicara dengannya itu adalah Saidi Umar.

Lalu beliau pulang mengambil sekarung gandum dan dipikulnya sendiri untuk diantarkan kerumah janda tersebut.

Begitulah tanggung jawabnya, tidak duduk menunggu berita dari bawahannya.

Rasulullah bersabda yang artinya: “Sitiap kamu adalah pemimpin dan akan ditanyakan kepemimpinanmu, Raja itu pemimpin dan akan ditanyakan kepemimpinannya, seorang lelaki pemimpin bagi keluarganya dan akan ditanyakan kepemimpinannya, perempuan pemimpin didalam rumah suaminya (disaat suami tidak ada di rumah) dan akan ditanyakan kepemimpinannya, pembantu pimpinan terhadap harta atasannya dan akan ditanyakan kepemimpinannya.

Kata perawi hadis, sepertinya Rasul berkata lagi: lelaki itu pemimpin terhadap harta orang tuanya dan akan ditanyakan kepemimpinannya,setiap kamu pemimpin dan akan ditanyakan kepemimpinanmu (Sahih Bukhari) Apabila seorang pemimpin sudah melaksankan amanahnya dan menghukum dangan adil maka wajib bagi rakyat yang dipimpinnya taat dan patuh segala perintahnya.

Allah berfirman dalam QS Al-Nisa’ ayat 59 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad) dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.”

Saidina Ali ra berkata: Kewajiban atas seorang pemimpin menghukum dengan Al-Quran dan menunaikan amanah.

Apabila ini sudah dilakukannya, maka waib bagi rakyatnya mendengar, taat, dan melaksanakn perintahnya Dua ayat di atas (58-59 Surat Al-Nisa’) ditulis dalam AlQur’an berurutan.

Pertama, Allah printahkan pemimpin menunaikan amanah dan bersikap adil.

Kedua, Allah perintahkan hamba-Nya taat kepada pemimpin.

Di sini mengisyaratka bahwa rakyat wajib taat kepada pemimpin jika pemimpin tersebut sudah melaksankan amanah dan bersikap adil.

Tiada taat bagi makhluk kalau maksiat kepada khaliq (Allah). 

Baca juga: Belajar Strategi Ketahanan Pangan dari Nabi Yusuf

Baca juga: Menyelami Hakikat Kemudahan Islam  

Baca juga: MPU Aceh: Judi Bukan Sekadar Dosa, Tapi Penghancur Keluarga dan Masa Depan

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved