Khutbah Jumat
Hari Kiamat, Mulut Terkunci
Kelak, pada hari kiamat, semua amal akan diperlihatkan, tidak ada yang bisa disembunyikan, dan tidak ada satu pun alasan yang bisa membebaskan kita
Tgk. Safwani Zainun, S.Pd.I
PROHABA.CO - Tema khutbah kita pada hari ini adalah Hari Kiamat, Mulut Terkunci.
Topik ini sangat penting untuk kita renungkan, karena kehidupan dunia yang kita jalani sekarang hanyalah sementara.
Dunia bukanlah tempat peristirahatan terakhir, melainkan hanya ladang untuk menanam amal yang akan kita tuai di akhirat.
Kelak, pada hari kiamat, semua amal akan diperlihatkan, tidak ada yang bisa disembunyikan, dan tidak ada satu pun alasan yang bisa membebaskan kita kecuali rahmat Allah Swt.
Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berbicara kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65).
Ayat ini memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa pada hari kiamat, mulut manusia akan terkunci.
Lisan yang di dunia ini sering digunakan untuk berbohong, menggunjing, menghina, bahkan menipu, tak lagi bisa digunakan untuk membela diri.
Justru tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh akan menjadi saksi yang jujur atas segala amal perbuatan manusiaRasulullah saw mengingatkan kita dalam hadisnya: “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya bagaimana ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan.” (HR. At-Tirmidzi).
Hadis ini menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia akan diminta pertanggungjawaban.
Umur yang Allah berikan, ilmu yang kita pelajari, harta yang kita kumpulkan, dan tubuh yang kita gunakan, semuanya akan ditanya satu per satu.
Tidak ada satupun yang luput dari pengawasan Allah SwtKarena itu, sangat penting bagi kita untuk menyiapkan bekal sebelum datangnya hari kiamat.
Persiapan itu bukan berupa harta benda, bukan pula kedudukan atau pangkat, melainkan iman, amal saleh, dan taubat yang tulus.
Baca juga: Menyelami Hakikat Kemudahan Islam
Beberapa Persiapan Menghadapi Hari Kiamat
1. Menjaga Lisan
Lisan adalah salah satu nikmat besar, tetapi juga bisa menjadi sumber bencana.
Betapa banyak manusia terjerumus ke dalam neraka hanya karena lisannya.
Rasulullah saw bersabda:“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim).
Kata-kata yang baik bisa menjadi pahala, sedangkan ucapan yang buruk bisa menjadi dosa besar. Karena itu, mari kita gunakan lisan hanya untuk berkata benar, berzikir, dan menyampaikan kebaikan.
2. Meningkatkan Amal Saleh
Dunia adalah ladang amal, dan setiap amal akan menjadi cahaya di hari kiamat.
Amal saleh bukan hanya ibadah wajib seperti salat, puasa, dan zakat, tetapi juga amal sosial: membantu fakir miskin, menolong orang lain, berbuat baik kepada tetangga, dan memelihara hubungan baik antar sesama.
3. Menjauhi Maksiat dan Dosa
Setiap dosa akan menjadi saksi memberatkan.
Dosa mata karena melihat yang haram, dosa telinga karena mendengar kebatilan, dosa tangan karena mengambil yang bukan hak, dan dosa kaki karena melangkah ke tempat maksiat, semua akan diperlihatkan di hadapan Allah.
Maka jauhilah maksiat sekecil apa pun, karena semua akan dicatat.
4. Bertaubat dengan Taubat Nasuha
Allah Swt. memerintahkan: ”Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha).” (QS. At-Tahrim: 8).
Selama nyawa belum sampai di kerongkongan, pintu taubat masih terbuka.
Karena itu, jangan tunda taubat.
Baca juga: Jangan Buka Aib Muslim, Ini Kutbah Jumat di Masjid Raya Baiturrahman
5. Memperbanyak Amal Jariyah
Rasulullah saw bersabda “Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Bekal terbaik yang terus mengalir pahalanya adalah amal jariyah.
Mari kita sisakan sebagian harta, tenaga, dan ilmu untuk menjadi bekal yang terus bermanfaat setelah kita meninggal.
Marilah kita memanfaatkan sisa umur dengan sebaik-baiknya.
Janganlah kita tertipu dengan gemerlap dunia yang fana.
Sebab pada hari kiamat nanti, mulut kita akan terkunci, dan hanya amal perbuatan yang berbicara.
Marilah kita tingkatkan kembali ketakwaan kepada Allah Swt.
Takwa adalah sebaik-baik bekal dalam menghadapi kehidupan dunia dan akhirat.
Allah Swt berfirman yang artinya “(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu‘ara: 88-89).
Pada hari kiamat nanti, harta yang kita kumpulkan tidak akan menolong kita.
Anak-anak yang kita banggakan juga tidak bisa menyelamatkan kita.
Yang bermanfaat hanyalah hati yang bersih, yaitu hati yang dipenuhi iman, ikhlas dalam beramal, bebas dari syirik, dan jauh dari kemunafikan.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah! Rasulullah saw bersabda:“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (HR Tirmidzi).
Marilah kita menjadi hamba Allah yang cerdas.
Jangan terlena dengan kesenangan dunia.
Jangan menunda taubat.
Jangan meremehkan amal kebaikan, sekalipun kecil.
Jangan pula menganggap remeh dosa, walaupun tampak sepeleHari kiamat adalah kepastian.
Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan datangnya.
Karena itu, mari kita persiapkan diri mulai dari sekarang.
Gunakan waktu, tenaga, dan kesempatan yang Allah berikan untuk beribadah dan beramal saleh.
Demikian khutbah Jumat ini.
Semoga Allah Swt menjadikan kita hamba-hamba yang mampu menjaga lisan, memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, bertaubat dengan tulus, dan selalu menyiapkan bekal untuk menghadapi hari kiamat.
Semoga Allah memberikan kita semua husnul khatimah.
Baca juga: Menjadikan Aceh Daerah yang Tidak Ada Sabu-Sabu
Baca juga: Akhlak Seorang Pemimpin
Baca juga: Merawat Damai dengan Cinta
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
Khutbah Jumat
Hari Kiamat Mulut Terkunci
Hari Kiamat
Menjaga Lisan
Meningkatkan Amal Saleh
Tgk Safwani Zainun
Prohaba.co
| Ibadah Haji dan Regulasi Emosi: Jalan Islam Tenangkan Jiwa Manusia |
|
|---|
| Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abana Rahmat Fajri : Jangan Lupa Memikirkan Cara Pulang yang Terbaik |
|
|---|
| Khutbah Jum'at oleh Abi Yusuf Ahmad : Berburu Pahala di Bulan yang Penuh Berkah |
|
|---|
| Menegakkan Nilai Al-Quran di Tanah Para Syuhada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Masjid-Raya-Baiturrahman-BandaAceh-dan-Tgk-Safwani-Zainun-SPdI.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.