Rabu, 20 Mei 2026

Hari Palang Merah Indonesia

Miris! Ada 1.974 Kasus HIV di Aceh, YADUA Serukan Penerima Transfusi Darah Rutin agar Waspada

Data kumulatif kasus HIV di Aceh sejak 2004 hingga Juli 2025 mencapai 1.974 kasus. Angka yang cukup signifikan untuk skala Tanah Rencong

Tayang:
Editor: Misran Asri
Foto Freepik.com
TRANSFUSI DARAH - Ilustrasi transfusi darah. Yayasan Darah Memperingati Hari PMI ke-80 Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA) menyerukan kewaspadaan terhadap risiko HIV dan infeksi menular lainnya bagi pasien yang menerima transfusi darah rutin, khususnya penyandang talasemia. 

Melalui tema ini, PMI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan semangat kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan melalui tindakan nyata, sekecil apa pun, demi terciptanya kehidupan yang lebih damai, sehat, dan berdaya.

Bagi YADUA, tema ini sejalan erat dengan perjuangan pasien talasemia dan penerima transfusi darah.

Setiap tetes darah yang aman adalah wujud kebaikan yang sesungguhnya—kebaikan yang menyelamatkan nyawa.

Setiap langkah sederhana, mulai dari menjadi donor sehat, melakukan skrining kesehatan, hingga menyebarkan pengetahuan tentang pentingnya transfusi aman, merupakan kontribusi besar dalam menjaga kehidupan dan martabat pasien.

Apresiasi Pendiri YADUA

Pada kesempatan itu Nurjannah Husien juga mengungkapkan apresiasinya kepada PMI KOta Banda Aceh. 

“Kami sangat mengapresiasi PMI Kota Banda Aceh yang sudah meningkatkan standar skrining darah demi melindungi penerima transfusi dari beberapa penyakit infeksi melalui darah.

Inilah contoh nyata dari semangat  #TebarkanKebaikan. Kami mengajak seluruh masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, untuk ikut menjadi donor sehat, menjaga solidaritas, dan memastikan setiap tetes darah yang diberikan benar-benar menyelamatkan nyawa.” 

YADUA juga menegaskan kembali bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, PMI, rumah sakit, universitas, ulama, komunitas, dan masyarakat sipil sangat penting untuk melindungi pasien talasemia dan penerima transfusi darah lainnya.

Darah aman adalah hak pasien dan tanggung jawab semua pihak. 

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, YADUA terus mendorong inisiatif inovatif seperti #10for1Thalassemia dan kampanye edukasi “Beware of thalassemia before you ‘ping’ someone” untuk meningkatkan donor sehat, mencegah penularan HIV, serta mencegah lahirnya generasi baru dengan talasemia mayor.

"Dengan semangat Hari Palang Merah dan tema “#TebarkanKebaikan”, mari bersama-sama menumbuhkan solidaritas, memperkuat kemanusiaan, dan memastikan setiap pasien yang membutuhkan transfusi darah mendapatkan darah yang aman, sehat, dan penuh tanggung jawab," demikian Nurjannah Husien(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved