Kamis, 23 April 2026

Hari Palang Merah Indonesia

Miris! Ada 1.974 Kasus HIV di Aceh, YADUA Serukan Penerima Transfusi Darah Rutin agar Waspada

Data kumulatif kasus HIV di Aceh sejak 2004 hingga Juli 2025 mencapai 1.974 kasus. Angka yang cukup signifikan untuk skala Tanah Rencong

Editor: Misran Asri
Foto Freepik.com
TRANSFUSI DARAH - Ilustrasi transfusi darah. Yayasan Darah Memperingati Hari PMI ke-80 Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA) menyerukan kewaspadaan terhadap risiko HIV dan infeksi menular lainnya bagi pasien yang menerima transfusi darah rutin, khususnya penyandang talasemia. 

Data kumulatif kasus HIV di Aceh sejak 2004 hingga Juli 2025 mencapai 1.974 kasus. Angka yang cukup signifikan untuk skala Tanah Rencong

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA) menyerukan kewaspadaan tinggi terhadap risiko HIV dan infeksi menular lainnya, terutama bagi pasien yang menerima transfusi darah secara rutin, khususnya penyandang talasemia.

Hal tersebut diungkapkan Pendiri YADUA, Nurjannah Husien dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80.

Dikatakan, pada Hari PMI itu diharapkan, bukan sebatas momentum menghargai peran Palang Merah dalam menyelamatkan nyawa, tetapi, juga kesempatan untuk menegaskan bahwa keamanan darah adalah hak setiap pasien dan tanggung jawab bersama.

Nurjannah menerangkan talasemia merupakan penyakit genetik yang mengharuskan pasien menerima transfusi darah seumur hidup. 

Ratusan pasien talasemia di Aceh sangat bergantung pada transfusi darah di rumah sakit setiap bulan.

Sehingga, mereka sangat rentan apabila darah yang diterima tidak aman, termasuk penulaan risiko HIV.

Baca juga: Ratusan Kasus HIV di Banda Aceh, ISAD Desak Rehabilitasi dan Edukasi Berbasis Islam

Baca juga: Kasus HIV di Aceh Timur Meningkat, Dua dari 14 Penderita Meninggal

Menurutnya, peningkatan angka HIV di Aceh juga diperkuat dengan data terbaru yang disampaikan Dinas Kesehatan Aceh. 

Menurut keterangan pejabat Dinkes Aceh, dr Iman Murahman, yang dikutip oleh Nurjannah, data kumulatif kasus HIV di Aceh sejak 2004 hingga Juli 2025 mencapai 1.974 kasus. 

Angka yang cukup signifikan untuk skala Tanah Rencong, terangnya. 

Angka kasus HIV itu menjadi peringatan serius, lanjut Nurjannah, karena kelompok yang menerima transfusi rutin berpotensi lebih rentan apabila sistem keamanan darah tidak diperkuat.

Fakta ini menegaskan bahwa penguatan kualitas donor dan skrining darah sangat mendesak untuk melindungi pasien talasemia maupun penerima transfusi lainnya.

Keprihatinan kasus HIV pada remaja

Selain risiko transfusi, YADUA juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya kasus HIV di kalangan remaja di Aceh. 

Data resmi Dinas Kesehatan Aceh mencatat, sebagaimana dilansir laman resmi Dinas Kesehatan Aceh, sejak awal 2025 telah ada sekitar 32 kasus baru HIV di usia 11–20 tahun.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved