Banjir Pidie Jaya
Banjir dan Longsor Melanda Pidie Jaya, 186 Gampong Terdampak dan Ekonomi Lumpuh
Kabupaten Pidie Jaya dilanda bencana alam setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa (25/11/2025)
Selain air bah, longsor tebing sungai memperparah kondisi.
Infrastruktur provinsi seperti badan jalan dan fasilitas publik rusak berat, termasuk tambak-tambak yang menjadi sumber ekonomi warga.
Berikutnya, sebut Bupati Pidie jaya di Bandar Dua (Ulee Gle) Dampak Terluas dengan 45 Gampong Terdampak
Wilayah dengan gampong terdampak terbanyak adalah Kecamatan Bandar Dua (Ulee Gle), yaitu 45 gampong.
Kerusakan infrastruktur kabupaten, fasilitas umum, rumah warga, area persawahan, hingga tebing sungai membuat kawasan ini berada dalam kondisi darurat.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi menegaskan bahwa banjir dan longsor kali ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga melumpuhkan ekonomi dan aktivitas pendidikan di Pidie Jaya.
Banyak sekolah tutup, pasar tidak beroperasi, dan akses distribusi barang pokok terputus.
“Banjir dan longsor di Pidie Jaya telah melumpuhkan ekonomi warga dan pendidikan,” tutup Bupati Sibral.
(Serambinews/Muhammad Nazar)
Baca juga: Terobos Banjir, Mualem Tinjau Titik Pengungsian di Pidie
Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Kian Panas, Inara Rusli Laporkan Penyebar CCTV ke Bareskrim
Baca juga: Bener Meriah Terisolir, Bupati Tagore Mohon Bantuan Segera Masuk Lewat Udara
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com
Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Personel-Polres-Pidie-Jaya-mengevakuasi-warga-yang-terjebak-banjir-di-Pidie-Jaya.jpg)