Selasa, 19 Mei 2026

Banjir Pidie Jaya

Banjir dan Longsor Melanda Pidie Jaya, 186 Gampong Terdampak dan Ekonomi Lumpuh

Kabupaten Pidie Jaya dilanda bencana alam setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu selama tiga hari berturut-turut, mulai Selasa (25/11/2025)

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS/HO
EVAKUASI KORBAN BANJIR - Personel Polres Pidie Jaya mengevakuasi warga yang terjebak banjir dengan menerobos tingginya air di salah satu gampong di Pidie Jaya, Kamis (27/11/2025). Banjir dan Longsor Melanda Pidie Jaya, 186 Gampong Terdampak dan Ekonomi Lumpuh 

Selain air bah, longsor tebing sungai memperparah kondisi.

Infrastruktur provinsi seperti badan jalan dan fasilitas publik rusak berat, termasuk tambak-tambak yang menjadi sumber ekonomi warga.

Berikutnya, sebut Bupati Pidie jaya di Bandar Dua (Ulee Gle) Dampak Terluas dengan 45 Gampong Terdampak

Wilayah dengan gampong terdampak terbanyak adalah Kecamatan Bandar Dua (Ulee Gle), yaitu 45 gampong.

Kerusakan infrastruktur kabupaten, fasilitas umum, rumah warga, area persawahan, hingga tebing sungai membuat kawasan ini berada dalam kondisi darurat.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi menegaskan bahwa banjir dan longsor kali ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga melumpuhkan ekonomi dan aktivitas pendidikan di Pidie Jaya.

Banyak sekolah tutup, pasar tidak beroperasi, dan akses distribusi barang pokok terputus.

“Banjir dan longsor di Pidie Jaya telah melumpuhkan ekonomi warga dan pendidikan,” tutup Bupati Sibral.

(Serambinews/Muhammad Nazar)

Baca juga: Terobos Banjir, Mualem Tinjau Titik Pengungsian di Pidie

Baca juga: Dugaan Perselingkuhan Kian Panas, Inara Rusli Laporkan Penyebar CCTV ke Bareskrim 

Baca juga: Bener Meriah Terisolir, Bupati Tagore Mohon Bantuan Segera Masuk Lewat Udara

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com

Update berita lainnya di PROHABA.co dan Google News

 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved