Kamis, 4 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Gubernur Tegaskan, JKA Tak Akan Dihapus, Akui Tetap Kompak dengan Wagub

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menegaskan tidak akan menghapus program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), melainkan hanya dilakukan evaluasi

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
DOK BIRO ADPIM SETDA ACEH
BERSALAMAN - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bersalaman dengan Wakil Gubernur Fadhlullah SE, dalam silaturahmi bersama relawan dan unsur masyarakat di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, pada Rabu (15/4/2026). (DOK BIRO ADPIM SETDA ACEH) 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Aceh menegaskan program JKA tidak dihapus, hanya dievaluasi dan disesuaikan agar lebih tepat sasaran serta jelas pembagian dengan JKN.
  • Penurunan anggaran Aceh (dari ~Rp20 triliun ke ~Rp11 triliun) membuat pemerintah harus lebih selektif, termasuk dalam pembiayaan JKA.
  • Pemerintah fokus pada pemulihan bencana, revisi UUPA, dan menjaga sinergi kepemimpinan serta dukungan masyarakat.

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menegaskan tidak akan menghapus program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), melainkan hanya dilakukan evaluasi dan penyesuaian data penerima guna memastikan penyaluran layanan kesehatanlebih tepat sasaran.

Mualem menjelaskan, evaluasi tersebut dilakukan untuk memilah secara jelas tanggung jawab antara program JKA yang dikelola Pemerintah Aceh dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Selain itu, pemisahan juga mencakup pembagian tanggung jawab pembiayaan antara pemerintah provinsi dan pusat.

Penegasan itu disampaikan Mualem dalam kegiatan silaturahmi bersama sukarelawan dan unsur masyarakat di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe (Pendopo) Gubernur Aceh, Rabu (15/4/2026) malam.

Mualem juga mengungkapkan bahwa kondisi anggaran Aceh saat ini mengalami penurunan signifikan.

Ini menyebabkan ruang fiscal Aceh menyempit.

Jika sebelumnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) hampir mencapai Rp20 triliun, kini turun menjadi hanya sekitar Rp11 triliun per tahun.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran, termasuk dalam program JKA.

Namun, Mualem memastikan jija postur APBA kembali meningkat seiring dengan disetujuinya perpanjangan dan penambahan Dana Otsus menjadi 2,5 persen maka program JKA akan dilaksanakan kembali seperti sebelumnya. 

Baca juga: Mulai 1 Mei 2026, Masyarakat Sejahtera Aceh Tak Lagi Ditanggung JKA

Baca juga: Dua Toko di Simpang Ketapang Hangus Dilalap Api, BPBD Aceh Besar Kerahkan 9 Unit Damkar

Sejoli yang Harmonis

Dalam kesempatan itu, Mualem juga menyampaikan apresiasi atas dukungan luas masyarakat terhadap kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, selama lebih dari satu tahun terakhir.

Ia menegaskan, dirinya bersama Fadhlullah masih dua sejoli yang harmonis dan saling melengkapi dalam menjalankan tanggung jawab memimpin Aceh.

Ia menyampaikan harapan agar seluruh upaya pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah senantiasa mendapat rahmat dan hidayah dari Allah Swt, sehingga visi dan misi pembangunan Aceh dapat terwujud secara optimal di masa mendatang.

Lebih lanjut, Mualem juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Aceh sedang memfokuskan upaya percepatan penanganan dampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu.

Langkah-langkah pemulihan terus dilakukan, mulai dari rehabilitasi infrastruktur hingga pemberian dukungan kepada masyarakat terdampak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved