Berita Banda Aceh
Harga BBM Naik, Organda Aceh Pastikan Tarif Angkutan Darat Masih Normal
Organda Aceh memastikan tarif angkutan darat di Aceh hingga saat ini masih tetap normal dan belum mengalami kenaikan,meskipun harga bahan bakar minyak
Ringkasan Berita:
- Tarif angkutan darat di Aceh masih normal dan belum mengalami kenaikan meski harga BBM non-subsidi naik.
- Biaya operasional transportasi meningkat, terutama akibat kenaikan harga suku cadang dan panjangnya antrean biosolar di SPBU.
- Organda Aceh meminta pemerintah segera mengatasi masalah distribusi BBM, karena antrean panjang berpotensi menambah biaya transportasi dan memicu inflasi.
PROHABA.CO, BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh memastikan tarif angkutan darat di Aceh hingga saat ini masih tetap normal dan belum mengalami kenaikan, meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mengalami lonjakan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua DPD Organda Aceh, H. Ramli, SE, mengatakan bahwa para pelaku usaha transportasi darat memang menghadapi peningkatan biaya operasional.
Pasalnya, para sopir harus mengantri lebih lama di SPBU untuk mendapat BBM bersubsidi jeni solar.
Namun, kondisi tersebut belum menjadi alasan untuk menaikkan tarif angkutan karena sebagian besar kendaraan umum masih menggunakan BBM bersubsidi jenis solar atau biosolar.
“Saat ini ongkos angkutan darat belum naik meskipun harga BBM melambung tinggi.
Karena mereka menggunakan solar, jadi masih aman,” kata Ramli, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan jenis bahan bakar lainnya memang memberikan pengaruh terhadap kondisi ekonomi secara umum.
Akan tetapi, dampaknya tidak secara langsung dirasakan oleh sektor angkutan darat yang mayoritas masih bergantung pada biosolar.
Meski demikian, Ramli mengakui bahwa beban operasional transportasi tetap mengalami peningkatan akibat sejumlah faktor lain.
Salah satunya adalah kenaikan harga suku cadang kendaraan, termasuk ban yang menjadi kebutuhan utama dalam operasional armada angkutan.
“Untuk onderdil kendaraan seperti ban, saat ini memang mengalami kenaikan harga dan itu sudah pasti berdampak terhadap biaya operasional,” ujarnya.
Baca juga: Polda Aceh Tetapkan ASN Dinas Syariat Islam Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Kini Masuk DPO
Di sisi lain, Organda juga menghadapi tantangan berupa menurunnya jumlah penumpang.
Kondisi tersebut membuat perusahaan maupun pengusaha angkutan harus berhitung secara matang sebelum memutuskan untuk menaikkan tarif.
“Posisi kita saat ini, penumpang masih sepi.
Banda Aceh
Harga BBM
Kenaikan Harga BBM
Tarif Angkutan
Tarif Angkutan Darat
Organda Aceh
Prohaba.co
Prohaba
| Polresta Banda Aceh Tetapkan 12 Tersangka Kasus Pembakaran Gedung Fakultas Pertanian USK |
|
|---|
| Diduga Berebut Lahan Parkir, Jukir di Banda Aceh Disabet Parang Saat CFD Simpang Lima |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kawal Ketat SPMB 2026/2027, No Titip, No Jastip |
|
|---|
| Harga Elpiji 3 Kg Melonjak, Pedagang dan Konsumen Mengeluh |
|
|---|
| Usai Digembleng di Jantho, Prajurit Yonif 117/KY Siap Diberangkatkan ke Papua |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Sejumlah-pemudik-memadati-jasa-transportasi-darat-Terminal-Tipe-A-Banda-Aceh.jpg)