Rabu, 10 Juni 2026

Universitaria

Lagi, USK Kukuhkan Lima Profesor, Total Guru Besar Kini Capai 246 Orang

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi terkemuka

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
PENGUKUHAN PROFESOR USK - Pengukuhan lima profesor baru Universitas Syiah Kuala dengan berbagai bidang keilmuan di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Senin (9/6/2026). (Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Syiah Kuala (USK) mengukuhkan lima profesor baru dari Fakultas Hukum dan Fakultas Keperawatan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Banda Aceh.
  • Dengan tambahan tersebut, jumlah profesor di USK kini mencapai 246 orang yang terdiri dari bidang sains serta sosial humaniora.
  • Rektor USK menegaskan bahwa gelar profesor merupakan tanggung jawab untuk menghadirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH -  Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.

Hal itu ditandai dengan pengukuhan lima profesor baru di lingkungan kampus Jantong Ate (Jantung Hati -red) rakyat Aceh tersebut.

Pengukuhan lima guru besar itu berlangsung dalam Sidang Terbuka Senat Akademik USK di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood MA, Darussalam, Banda Aceh, pada Selasa (9/6/2026) pagi.

Lima guru besar yang dikukuhkan terdiri atas empat akademisi dari Fakultas Hukum dan satu akademisi dari Fakultas Keperawatan USK.

Kelima guru besar yang dikukuhkan itu adalah Prof Dr Sulaiman SH MH, Prof Dr Zahratul Idami SH MHum, Prof Dr Sri Walny Rahayu SH MHum, Prof Dr Teuku Muttaqin Mansur MH, serta Prof Dr Ners Ardia Putra SKep MNS.

Dengan penambahan tersebut, jumlah profesor di lingkungan USK kini mencapai 246 orang yang terdiri atas 179 profesor bidang sains dan 67 profesor bidang sosial humaniora.

Rektor USK, Prof Mirza Tabrani DBA, menyampaikan apresiasi atas tinggi atas pencapaian jabatan akademik tertinggi tersebut.

Rektor menegaskan bahwa kehadiran para guru besar ini adalah kekuatan akademik untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa. 

“Jabatan profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas,“ ujarnya.

Ia tambahkan, USK adalah milik masyarakat Aceh dan setiap ilmu yang lahir dari kampus ini harus kembali menjadi solusi untuk memajukan daerah. 

Baca juga: Lima Profesor Baru USK dari Teknik, Dorong Riset Teknologi, Infrastruktur dan Kecerdasan Buatan

Baca juga: Lagi, Lima Profesor Baru USK Dikukuhkan, Ini Harapan Rektor Mirza Tabrani

Kepakaran

Kehadiran lima profesor baru ini denan masing-masing kepakarannya, membawa kontribusi keilmuan yang penting bagi USK, Aceh, dan bangsa.

Prof Dr Sulaiman SH MH fokus pada kajian hukum tanah adat, sedangkan Prof Dr Zahratul Idami SH MHum menawarkan model kepemimpinan Islam dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

Di sektor ekonomi dan hukum, Prof Dr Sri Walny Rahayu SH MHum menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital.

Di bidang hukum adat, Prof Dr Teuku Muttaqin Mansur MH mencetak sejarah dengan kepakaran peradilan adat pertama di Indonesia yang lahir dari USK.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved